|
Menu Close Menu

Jiddan Dorong Warga Jadikan Pancasila Benteng di Era Digital dan Penjaga Ideologi Bangsa

Selasa, 23 Juni 2026 | 14.12 WIB

Anggota MPR RI Fraksi Partai NasDem, Thoriq Majiddanor atau yang akrab disapa Jiddan, S.E., S.H., M.HP. saat dalam acara Sosdapil di Sekarasa Cafe & Resto, Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Gresik. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Gresik – Arus informasi yang semakin deras di era digital menjadi perhatian serius Anggota MPR RI Fraksi Partai NasDem, Thoriq Majiddanor atau yang akrab disapa Jiddan, S.E., S.H., M.HP. Perhatian tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Sosdapil) yang digelar di Sekarasa Cafe & Resto, Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Gresik, Selasa (23/6).


Kegiatan yang mengusung tema “Pancasila sebagai Pondasi Etika Digital dan Ketahanan Ideologi Bangsa” itu diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari kalangan pemuda, pelaku UMKM, dan tokoh masyarakat.


Dalam pemaparannya, Jiddan menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh dipandang hanya sebagai simbol negara. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus menjadi pedoman nyata dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat beraktivitas di ruang digital.


Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial serta menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai kompas dalam berinteraksi maupun menjalankan aktivitas bisnis secara daring.


“Di era digital saat ini, kita tidak bisa melepaskan diri dari teknologi. Namun, Pancasila harus tetap menjadi ruh dalam setiap langkah kita. Etika digital yang baik adalah cerminan dari sila-sila Pancasila yang kita amalkan bersama,” ujar Jiddan.


Kepada para pelaku UMKM yang hadir, Jiddan secara khusus menyoroti besarnya peluang yang ditawarkan ekosistem digital dalam mengembangkan usaha. Ia mendorong para pelaku UMKM, khususnya kaum ibu, untuk memanfaatkan marketplace dan media sosial secara produktif, kreatif, dan bertanggung jawab.


Selain itu, ia mengingatkan agar para pelaku usaha tidak mudah terpancing oleh konten-konten negatif yang berpotensi merugikan citra dan reputasi usaha yang telah dibangun.


Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Para peserta tampak antusias menyampaikan berbagai pertanyaan dan pandangan terkait tantangan penggunaan media sosial, literasi digital, perlindungan generasi muda dari paparan konten negatif, hingga isu perlindungan data pribadi di dunia maya.


Sejumlah tokoh masyarakat yang hadir memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Mereka menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang semakin bergantung pada teknologi digital dalam berbagai aspek kehidupan.


Mereka juga berharap sosialisasi mengenai nilai-nilai kebangsaan dan literasi digital dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin siap menghadapi tantangan perkembangan teknologi yang kian pesat.


Melalui kegiatan Sosdapil tersebut, Jiddan berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam aktivitas di ruang digital. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat literasi demokrasi dan wawasan kebangsaan guna menjaga ketahanan ideologi bangsa di tengah derasnya arus informasi global. (Had) 

Bagikan:

Komentar