|
Menu Close Menu

Madrasah Darul Ihsan Perkuat Tradisi Hafalan Siswa

Jumat, 12 Juni 2026 | 06.55 WIB

Kegiatan Hafalan Siswa Madrasah Darul Ihsan, Pakamban Daya, Pragaan, Sumenep.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Sumenep – Madrasah Darul Ihsan Pakamban Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, menggelar kegiatan muhafadhoh (setoran hafalan) secara serentak bagi seluruh siswa dari berbagai jenjang pendidikan, Kamis (11/6/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah dalam melatih konsistensi daya ingat siswa sekaligus memperkuat tradisi keilmuan berbasis hafalan yang selama ini menjadi ciri khas pendidikan pesantren.


Menariknya, muhafadhoh tahun ini dijadikan sebagai salah satu syarat bagi siswa untuk mengikuti Sumatif Akhir Tahun (SAT) Tahun Pelajaran 2025–2026.


Pengelola Madrasah Darul Ihsan, K.M. Helmi Mushaffa, mengatakan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh peserta didik mulai tingkat Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).


Menurutnya, muhafadhoh merupakan metode yang efektif untuk menjaga kualitas intelektual siswa di tengah perkembangan teknologi yang serba cepat dan instan.


"Karena itu siswa kami dorong untuk terus menjaga hafalannya. Kami meyakini bahwa daya ingat yang terlatih merupakan modal penting dalam proses menuntut ilmu," ujarnya.


Ia menjelaskan, kebijakan menjadikan muhafadhoh sebagai syarat mengikuti SAT bukan semata-mata untuk menambah beban siswa, melainkan sebagai bentuk pembiasaan agar mereka lebih disiplin dan bertanggung jawab terhadap target pembelajaran yang telah ditentukan.


"Dengan hafalan yang tuntas, siswa akan lebih siap menghadapi ujian. Selain meningkatkan kepercayaan diri, kegiatan ini juga membangun mental belajar yang kuat," tambahnya.


Sementara itu, salah seorang siswa Madrasah Darul Ihsan, Moh Alfan Afnani, mengaku kegiatan muhafadhoh memberikan dampak positif terhadap pola belajarnya. Ia menjadi lebih teratur dalam mengulang hafalan baik di rumah maupun di lingkungan madrasah.


"Program ini membuat saya lebih termotivasi untuk terus memperbaiki hafalan dan lebih siap menghadapi ujian," tuturnya.


Berdasarkan pantauan di lapangan, sekitar 95 persen siswa berhasil menuntaskan target hafalan yang telah ditetapkan. Bahkan, sejumlah siswa tingkat MA mampu menyelesaikan hafalan Nadhom Imrithi secara tuntas.


Capaian tersebut menunjukkan komitmen Madrasah Darul Ihsan dalam memadukan pendidikan formal dengan tradisi pesantren, sehingga mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki ketekunan, kedisiplinan, dan kekuatan intelektual yang terasah melalui budaya menghafal. (MQ)

Bagikan:

Komentar