![]() |
| Ketua DPP Partai NasDem yang juga Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya dalam sebuah acara.(Dok/Istimewa). |
Hal itu disampaikan Willy di hadapan ratusan kader NasDem Banten dalam kegiatan Laga Perubahan 2.0 bertajuk NasDem Naik Kelas pada Pelatihan Kader Penggerak untuk Pengembangan Partai di Akademi Bela Negara (ABN) NasDem, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026).
Menurut Willy, Laga Perubahan 2.0 merupakan kelanjutan dari program penguatan partai yang kini difokuskan pada pembangunan perangkat organisasi agar seluruh program dapat berjalan secara terstruktur dan berkesinambungan.
“Ini Laga Perubahan yang kita exercise di tahun kedua ini ada frekuensi yang kita naikan. Kalau Laga Perubahan pertama itu lebih kepada bagaimana menunaikan janji-janji politik dan juga mengexercise mengeksekusi keputusan kongres, Laga Perubahan kedua ini lebih kemudian preparation tools, jadi mempersiapkan piranti-piranti. Piranti apa yang kita persiapkan? Yaitu piranti struktural untuk kemudian bagaimana program itu tidak hanya seperti air hujan, dia tidak ke mana-mana, tapi ada pipanya, ada irigasinya. Itu yang kita butuhkan,” ujar Willy.
Ia menjelaskan, penguatan struktur partai tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bahwa orientasi partai tidak semata-mata mengejar kursi maupun jabatan politik.
“Untuk meneguhkan, Pak Surya selalu menjelaskan kepada kami, NasDem ini kan orientasinya bukan hanya result, tidak hanya kursi, tidak hanya jabatan. Tapi orientasinya partai itu adalah intermediary group, partai itu adalah backbone dari kita bernegara. Maka partai selalu diasosiasikan sebagai pilar demokrasi,” katanya.
Willy menilai, partai politik memiliki fungsi strategis sebagai penghubung antara aspirasi masyarakat dengan kebijakan publik yang dihasilkan pemerintah.
“Ketika partai tidak hadir ada sesuatu hal yang patah. Apa? Patah representasinya, aspirasinya. Itu yang kemudian kita ingatkan melalui pidato-pidato Pak Surya. Kehadiran partai itu wajib hukumnya untuk kemudian menjadi jembatan-jembatan dari aspirasi publik kepada kebijakan-kebijakan publik. Itu yang kemudian NasDem ingin luruskan, itu yang NasDem ingin bangun,” ujarnya.
Pada fase kedua Laga Perubahan, lanjut Willy, Partai NasDem ingin membangun budaya organisasi yang hadir setiap hari di tengah masyarakat, bukan hanya saat kontestasi politik berlangsung.
“Itu yang kemudian di level kedua ini kita katakan, partai tidak hanya hadir di saat Pemilu semata-mata, partai tidak hanya hadir di saat kontestasi semata-mata, tapi bagaimana kehadiran partai itu day to day,” tuturnya.
Menurut Willy, kehadiran partai secara konsisten juga menjadi salah satu upaya untuk mengurangi praktik politik uang yang masih terjadi di tengah masyarakat.
“Ketika kita hadir hari ini, maka kemudian politik uang kemudian menjadi tidak satu-satunya. Kenapa politik uang kita menjadi tinggi, itu menjadi besar? Karena representasinya patah. Itu yang kemudian kami lakukan secara sadar, hadir sedari awal, berjuang sedari awal, bergerak sedari awal. Itu yang kami lakukan di semua sektor,” tutup Willy. (Red)


Komentar