|
Menu Close Menu

Misteri Kematian ASN Bangkalan: Ada Luka Akibat Benda Tumpul, Ponsel Korban Jadi Kunci

Kamis, 25 Juni 2026 | 17.48 WIB

BANGKALAN, lensajatim.id - Misteri kematian Ruly Yunis Setiawati (50), aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangkalan yang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda, terus didalami aparat kepolisian.


Hasil autopsi yang dilakukan tim dokter forensik RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong mengungkap sejumlah temuan pada tubuh korban, termasuk adanya luka robek pada telinga kiri yang diduga akibat kekerasan benda tumpul.


Ketua Tim Humas RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini, mengatakan pemeriksaan luar juga menemukan pelebaran pembuluh darah pada kedua selaput lendir kelopak mata serta kebiruan pada selaput lendir bibir atas dan bawah.


“Dapat kami sampaikan terkait pemeriksaan luar terhadap korban ditemukan luka robek pada kuping telinga kiri akibat kekerasan benda tumpul,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).


Menurutnya, sejumlah temuan tersebut lazim ditemukan pada kasus kematian akibat asfiksia atau mati lemas. Pada pemeriksaan bagian dalam, dokter juga menemukan warna merah kehitaman pada lidah, epiglotis, dan saluran napas atas korban.


Selain itu, ditemukan perubahan warna merah kehitaman pada dinding lambung serta tanda-tanda pembusukan yang telah menyebar pada organ tubuh korban. Berdasarkan kondisi jenazah, korban diperkirakan telah meninggal dunia selama dua hingga tiga hari sebelum ditemukan.


“Untuk meninggalnya diperkirakan sudah lebih dari dua kali 24 jam. Dua atau tiga hari,” kata Ni Made.


Tim dokter juga mengambil sejumlah sampel untuk pemeriksaan toksikologi guna memastikan ada tidaknya zat beracun dalam tubuh korban. Sampel tersebut telah dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Surabaya dan hasilnya masih menunggu proses pemeriksaan.


Sementara itu, kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, menegaskan pihak keluarga masih menunggu hasil lengkap autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.


“Kami masih menunggu sebab kematian korban, dan itu menunggu beberapa hari ke depan,” ujarnya.


Risang mengungkapkan keluarga menduga ada pihak yang sengaja menutupi kematian korban dengan membawa jasadnya ke area bandara sebelum meninggalkannya di dalam mobil dinas.


“Sejauh ini sudah kami pastikan ada seseorang yang sengaja menutupi kematian korban. Entah apa sebab kematiannya, yang jelas ada yang membawa korban masuk ke bandara lalu meninggalkannya,” katanya.


Di tengah penyelidikan yang terus berjalan, polisi kini mendapatkan perkembangan penting. Ponsel milik korban yang sebelumnya terkunci berhasil dibuka oleh penyidik.


Keberhasilan membuka ponsel tersebut diharapkan menjadi kunci untuk mengungkap aktivitas terakhir korban, termasuk riwayat komunikasi dan jejak digital sebelum meninggal dunia.


“Alhamdulillah ponselnya sudah bisa dibuka, insyaallah dari sana nanti ada petunjuk-petunjuk baru,” tutur Risang.


Saat ini, penyidik Polresta Sidoarjo masih melakukan pendalaman terhadap seluruh barang bukti dan menunggu hasil laboratorium forensik guna mengungkap secara terang penyebab kematian ASN Pemkab Bangkalan tersebut. (Syaiful)

Bagikan:

Komentar