![]() |
| Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Achmad Dzulkarnain.(Dok/Istimewa). |
Pilkades Serentak diproyeksikan berlangsung pada penghujung 2027. Seluruh pembiayaan penyelenggaraan dipastikan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumenep.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Achmad Dzulkarnain, mengatakan hingga saat ini pemerintah daerah belum menetapkan tahapan resmi karena masih menunggu regulasi dari pemerintah pusat.
"Sebanyak 246 desa akan mengikuti Pilkades Serentak pada tahun 2027. Pelaksanaannya kemungkinan pada akhir tahun, namun kami masih menunggu juknis dari pemerintah pusat," kata Achmad Dzulkarnain, Selasa (30/6/2026).
Pria yang akrab disapa Izoel itu menjelaskan, petunjuk teknis dari pemerintah pusat akan menjadi acuan dalam menyusun jadwal, tahapan, serta mekanisme pelaksanaan Pilkades agar seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kita pemerintah daerah memilih berhati-hati dalam menyusun tahapan agar pelaksanaan Pilkades memiliki kepastian hukum dan terhindar dari potensi persoalan di kemudian hari," tegas Izoel.
Selain menunggu regulasi, kesiapan anggaran juga menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Dana penyelenggaraan Pilkades akan dialokasikan melalui APBD dengan besaran yang disesuaikan kebutuhan masing-masing desa.
"Anggaran ditanggung pemerintah daerah. Besarannya bervariasi sesuai jumlah hak pilih di masing-masing desa. Kisarannya, antara Rp70 juta hingga Rp120 juta per desa," jelasnya.
Menurut Izoel, besaran anggaran tersebut ditentukan berdasarkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di setiap desa.
"Besaran anggaran tersebut disesuaikan dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT). Semakin besar jumlah pemilih, semakin tinggi kebutuhan biaya penyelenggaraan," imbuhnya.
Saat ini, DPMD Sumenep mulai memetakan berbagai kebutuhan teknis dan administrasi sebagai langkah awal menghadapi pesta demokrasi desa terbesar di Kabupaten Sumenep.
"Koordinasi lintas instansi juga terus kita lakukan agar seluruh perangkat pendukung siap bekerja begitu tahapan resmi Pilkades diumumkan pemerintah pusat," ungkapnya.
Pilkades Serentak 2027 diperkirakan menjadi agenda demokrasi terbesar di tingkat desa di Kabupaten Sumenep karena akan melibatkan 246 desa secara bersamaan.
Melalui persiapan yang matang, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap pelaksanaan Pilkades dapat berlangsung aman, tertib, transparan, serta melahirkan kepala desa yang berintegritas dan mampu mendorong percepatan pembangunan di desa masing-masing. (Yud)


Komentar