![]() |
| Anggota DPD RI Lia Istifhama saat berkunjung ke Yayasan Darussalam As-Sya’rani, Kabupaten Pamekasan. (Dok/Istimewa). |
Apresiasi tersebut disampaikan saat Ning Lia melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus meninjau langsung perkembangan lembaga pendidikan berbasis pesantren modern di Madura pada Jumat (24/7/2026).
Kedatangan Ning Lia disambut Ketua Yayasan Darussalam As-Sya’rani, RP. A. Wasirul Jihad, bersama jajaran pengurus, tenaga pendidik, serta Direktur Darussalam Initiative, Lora Ahmad Faqih Zamani, dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Dalam sambutannya, Wasirul Jihad menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan Lia Istifhama terhadap pengembangan pendidikan Islam di daerah. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi suntikan semangat bagi seluruh civitas yayasan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
"Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, serta berakhlak mulia," ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep "kaki lima rasa bintang lima" merupakan komitmen yayasan menghadirkan layanan pendidikan berkualitas tinggi dengan biaya yang tetap terjangkau bagi masyarakat.
Komitmen itu diwujudkan melalui berbagai pengembangan, salah satunya di MI Internasional Darussalam yang mengintegrasikan pembelajaran berbasis digital dengan penguatan nilai-nilai keislaman serta pendidikan karakter.
Tak hanya itu, Wasirul Jihad juga mengungkapkan capaian terbaru lembaganya. Raudhatul Athfal (RA) Darussalam berhasil meraih akreditasi A, yang menjadi indikator meningkatnya mutu pendidikan anak usia dini di bawah naungan yayasan tersebut.
Menanggapi paparan tersebut, Ning Lia memberikan apresiasi tinggi kepada para guru dan pengelola madrasah yang dinilainya mampu menghadirkan inovasi pendidikan meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan.
"Saya sangat mengapresiasi para guru madrasah yang tetap bersemangat mendidik dan terus berinovasi. Di tengah keterbatasan, mereka mampu menghadirkan sistem pendidikan yang adaptif, termasuk pengembangan sekolah berbasis digital dan penguatan karakter," ungkap keponakan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Menurut putri KH Masykur Hasyim tersebut, kualitas pendidikan tidak semata ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, melainkan oleh komitmen serta dedikasi para pendidik dalam membangun sistem pembelajaran yang berkelanjutan dan mampu menjawab tantangan zaman.
Selama kunjungan, Ning Lia juga meninjau sejumlah fasilitas pendidikan serta berdiskusi mengenai peluang kolaborasi antara lembaga pendidikan dengan para pemangku kebijakan guna memperkuat kualitas pendidikan berbasis pesantren.
"Saya berharap inovasi yang dilakukan Yayasan Darussalam As-Sya’rani dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lain untuk terus bertransformasi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman," pungkasnya. (Red)


Komentar