|
Menu Close Menu

Anggota DPD RI Ning Lia Apresiasi Transformasi Pertanian Bangkalan

Selasa, 28 Juli 2026 | 11.42 WIB

 

Anggota DPD RI, Lia Istifhama  saat bertemu dengan Bupati Bangkalan, Lukman Hakim di Pendopo Bupati Bangkalan.(Dok/Istimewa). 

Lensajatim.id, Bangkalan– Transformasi sektor pertanian di Kabupaten Bangkalan mendapat apresiasi dari Anggota DPD RI, Lia Istifhama. Di bawah kepemimpinan Bupati Lukman Hakim, sektor yang selama ini identik dengan tradisi turun-temurun kini berkembang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah sekaligus penopang kesejahteraan masyarakat petani.


Apresiasi tersebut disampaikan Lia Istifhama saat melakukan kunjungan kerja ke Pendopo Bupati Bangkalan, Madura. Menurut senator yang akrab disapa Ning Lia itu, Bangkalan berhasil menunjukkan perkembangan signifikan dalam pengelolaan sektor pertanian.


"Bangkalan saat ini telah membuktikan diri sebagai salah satu lumbung pangan strategis. Bahkan untuk urban farming di Jawa Timur, Bangkalan berhasil menduduki posisi kelima," ujar Ning Lia, Senin (27/07/2026). 


Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu menilai keberhasilan Bangkalan tidak hanya terlihat dari peningkatan produksi pertanian, tetapi juga dari berbagai inovasi yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Salah satunya adalah lahirnya 15 merek beras lokal yang siap dipasarkan, disertai pengembangan sektor perikanan melalui budidaya lele dan bandeng.


Dalam kunjungan yang turut didampingi C. Henry Kusuma Karya Dinata serta Ketua Program Penggerak Urban Farming, Sri Sudarwati, S.E., Ning Lia menegaskan bahwa Bangkalan memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda nasional, khususnya di bidang ketahanan pangan dan energi.


Sementara itu, Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangkalan memang berkomitmen mengubah paradigma pembangunan sektor pertanian agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.


Menurut Lukman, fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah membangun manajemen rantai pasok (supply chain) pangan yang terintegrasi, mulai dari proses hulu hingga hilir. Dengan sistem tersebut, hasil pertanian diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi para petani.


"Langkah ini menjadi tonggak perubahan bagi sektor pertanian lokal, yang semula hanya dijalankan sebagai kebiasaan atau tradisi, kini berorientasi penuh pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan para petani kita," tegas Lukman.


Ia menambahkan, berbagai inovasi di sektor pertanian dan peternakan, mulai dari pembibitan lele hingga produksi beras lokal, juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung pemenuhan gizi generasi muda di Kabupaten Bangkalan.


Transformasi tersebut menjadi bukti bahwa sektor pertanian di Bangkalan kini tidak lagi sekadar menjadi warisan tradisi, tetapi telah berkembang menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Red) 

Bagikan:

Komentar