|
Menu Close Menu

Anggota DPD RI Ning Lia Dorong UMKM Surabaya Manfaatkan AI untuk Perluas Pasar Digital

Senin, 27 Juli 2026 | 19.04 WIB

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat memaparkan materi dalam acara pelatihan dan pemberdayaan yang diselenggarakan Markas UMKM di Kecamatan Sawahan, Surabaya. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya– Anggota DPD RI Lia Istifhama mengajak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Surabaya untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi melalui konvergensi digital, termasuk memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pemasaran dan penjualan produk.


Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan pelatihan dan pemberdayaan yang diselenggarakan Markas UMKM di Kecamatan Sawahan, Surabaya. Kegiatan itu dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan pemerintah daerah, komunitas UMKM, hingga praktisi digital.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Surabaya Bambang Ukoro, S.H., M.Si., Camat Sawahan Dr. Kanti Budiarti, komunitas Markas UMKM yang dipimpin Koko, Rahman Windhiarto selaku Dewan Pembina Markas UMKM sekaligus Wakil Direktur SPEKTRA, serta Fitri Anjarsari sebagai pemateri dari Kasir Pintar.


Dalam kesempatan itu, senator asal Jawa Timur yang akrab disapa Ning Lia menekankan pentingnya keberanian pelaku UMKM untuk menyampaikan aspirasi sekaligus terus berinovasi di tengah perkembangan teknologi digital.


"Jangan hanya diam jika ada yang perlu disampaikan. UMKM harus berani tampil, karena produk lokal kita memiliki kualitas yang cantik, penuh cinta, dan layak bersaing," ujarnya.


Menurut Lia, perubahan perilaku konsumen saat ini menuntut pelaku UMKM untuk hadir di ruang digital. Ia mencontohkan kebiasaan masyarakat yang kini mencari berbagai produk, termasuk oleh-oleh, melalui mesin pencari seperti Google Search.


Karena itu, ia menilai pelaku UMKM yang belum memanfaatkan teknologi digital berpotensi kehilangan peluang pasar karena produknya tidak mudah ditemukan oleh calon konsumen.


"Kalau UMKM tidak memanfaatkan teknologi digital, maka konsumen akan menemukan produk lain di internet. Ini peluang sekaligus tantangan," katanya.


Selain mendorong digitalisasi dasar, Ning Lia juga mengajak pelaku UMKM mulai mengenal dan memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung strategi pemasaran. Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan untuk pembuatan konten, analisis pasar, hingga pengelolaan penjualan sehingga mampu meningkatkan efisiensi usaha dan memperluas jangkauan pasar tanpa harus mengeluarkan biaya besar.


Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam mempercepat transformasi digital UMKM di tingkat lokal.


Sementara itu, Ketua Markas UMKM, Koko, mengajak para pelaku UMKM tetap optimistis dalam menghadapi tantangan dunia usaha.


"Memang benar yang disampaikan Ning Lia, UMKM harus terus berinovasi. Dengan semangat dan kerja keras, usaha akan melejit dan membawa kebahagiaan," ungkapnya.


Menurutnya, konvergensi digital kini bukan lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan agar UMKM tetap mampu bersaing di tengah kompetisi pasar yang semakin dinamis.


Melalui kegiatan tersebut, para pelaku UMKM di Surabaya, khususnya di wilayah Sawahan, diharapkan semakin meningkatkan literasi digital, mampu memanfaatkan teknologi AI secara optimal, serta memperluas pasar usahanya secara berkelanjutan. (Red) 

Bagikan:

Komentar