![]() |
| Kegiatan Seminar Literasi Nasional BEM INSYA Bangkalan.(Dok/Istimewa). |
Mengusung tema “Aktualisasi Tradisi Literasi sebagai Pilar Konstruksi Peradaban Intelektual”, seminar ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga mempertemukan unsur perguruan tinggi, pemerintah, dan komunitas literasi dalam satu forum kolaboratif.
Duta Baca Indonesia 2026, Gol A Gong, hadir sebagai narasumber utama bersama Muhari AS, Founder Lingkar Sastra Kampus. Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa, pelajar, akademisi, dan masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan literasi.
Rektor INSYA Bangkalan Dr. Fera Andriani Djakfar Musthafa, Lc., M.Pd., Wakil Rektor III Dr. R. Arif Muljohadi, S.H., M.Hum., perwakilan Dinas Perpustakaan Kabupaten Bangkalan, serta berbagai komunitas pegiat literasi turut menghadiri kegiatan tersebut.
Dalam paparannya, Gol A Gong menekankan bahwa penguatan budaya literasi membutuhkan keterlibatan semua pihak. Menurutnya, kampus, pemerintah, dan komunitas harus berjalan bersama agar tradisi membaca dan menulis dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Sementara itu, Muhari AS mendorong generasi muda untuk membangun kebiasaan membaca dan menulis sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Ia menilai literasi merupakan modal penting dalam menciptakan masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Wakil Presiden Mahasiswa INSYA Bangkalan, Mustofa, mengatakan seminar ini menjadi langkah awal untuk membangun gerakan literasi yang lebih terstruktur di lingkungan kampus dan masyarakat.
“Yang ingin kami bangun bukan hanya seminar satu hari, tetapi jaringan kolaborasi yang dapat memperkuat budaya literasi di Bangkalan. Ketika kampus, pemerintah, dan komunitas bergerak bersama, dampaknya akan jauh lebih besar,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang seminar, terutama pada sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas tantangan rendahnya minat baca, penguatan literasi digital, serta peran mahasiswa sebagai agen perubahan.
Melalui forum ini, INSYA Bangkalan berharap kolaborasi yang terbangun dapat menjadi fondasi bagi pengembangan ekosistem literasi yang berkelanjutan dan mampu melahirkan generasi yang kritis, kreatif, serta berdaya saing. (Eko)


Komentar