Pemanggilan tersebut menjadi buah dari dominasi Jawa Timur yang sukses keluar sebagai juara umum Kejurnas Woodball 2026 dengan torehan 10 medali emas, 8 perak, dan 5 perunggu.
Capaian itu sekaligus menjadikan Jawa Timur sebagai daerah penyumbang atlet terbanyak bagi skuad Merah Putih. Dari total 14 atlet yang membela Indonesia di kejuaraan dunia tersebut, lima atlet berasal dari Jawa Timur.
Sekretaris Indonesia Woodball Association (IWbA) Jawa Timur, Nurul Hidayati, mengatakan keberhasilan pada Kejurnas menjadi dasar dalam menentukan atlet yang dipanggil memperkuat Indonesia di World Cup Woodball 2026.
"Setelah hasil Kejurnas kemarin, alhamdulillah Jawa Timur memperoleh 10 emas, 8 perak, dan 5 perunggu. Dari hasil tersebut dilakukan seleksi atlet-atlet yang akan mengikuti World Cup di Malaysia," ujar Nurul di Kantor KONI Jawa Timur, Kamis (23/7/2026).
Lima atlet Jawa Timur yang akan mengenakan seragam Merah Putih adalah Erif Nurachmad Satrio, Eka Candra Apriliyanto, Ardiningrum June Candrawati, Nur Izza Nova Mindayati, dan Laily Maulidia Aprylia. Mereka akan bergabung dengan atlet dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten.
Pada The 10th World Cup Woodball 2026, setiap atlet berpeluang tampil di sejumlah nomor pertandingan, yakni single stroke, team stroke, double stroke putra-putri, double fairway putra-putri, serta mixed stroke dan mixed fairway.
Nurul optimistis para atlet mampu bersaing di level dunia. Menurutnya, seluruh atlet telah menjalani pemusatan latihan di Sidoarjo sebagai bagian dari persiapan menghadapi karakter lapangan di Malaysia yang berbeda dengan lapangan latihan di Indonesia.
"Adik-adik benar-benar mempersiapkan diri. Mudah-mudahan nanti bisa cepat menyesuaikan diri karena kondisi lapangannya berbeda. Di sini kita memiliki lapangan yang datar, sedangkan di sana menggunakan lapangan golf. Semoga mereka bisa segera beradaptasi dan memaksimalkan permainannya," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua KONI Jawa Timur, Deddy Suhajadi, memberikan apresiasi atas keberhasilan Woodball Jawa Timur yang kembali menjadi juara umum sekaligus menjadi penyumbang atlet terbanyak bagi Timnas Indonesia.
Menurut Deddy, capaian tersebut harus menjadi motivasi bagi para atlet untuk melanjutkan prestasi di tingkat internasional. Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kekompakan antaratlet karena kini mereka mengemban nama bangsa di pentas dunia.
"Harus menjalin konektivitas dengan atlet dari daerah lain karena sekarang sudah mewakili Merah Putih. Kebersamaan harus dibangun sejak sebelum pertandingan agar chemistry dalam tim semakin kuat," tuturnya.
Deddy berharap lima atlet Jawa Timur mampu menampilkan performa terbaik dan membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi Indonesia pada The 10th World Cup Woodball 2026 di Malaysia. (Red)


Komentar