![]() |
| Prosesi Pelantikan PAC GP Ansor Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan masa khidmah 2025-2028 di Aula Rektorat UIN Madura, Pamekasan.(Dok/Istimewa). |
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri Wakil Ketua DPRD Pamekasan, jajaran Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Pamekasan, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa’ Safril, perwakilan organisasi kepemudaan (OKP) mahasiswa, serta para tokoh agama setempat.
Dalam forum tersebut, Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musaffa’ Safril, menekankan pentingnya effective leadership atau kepemimpinan yang efektif dalam tubuh Nahdlatul Ulama.
Ia mengingatkan bahwa setiap kader yang dipercaya menjadi pemimpin memikul tanggung jawab moral untuk melanjutkan estafet perjuangan para muassis NU.
Menurut Safril, seorang ketua tidak boleh bersikap pasif atau hanya mengandalkan pergerakan anggota. Seorang pemimpin harus mampu mengambil inisiatif, menggerakkan potensi kader, serta bertanggung jawab penuh terhadap keberhasilan program kerja organisasi.
"Ketua harus membuktikan efektivitas kepemimpinannya. Organisasi tidak akan jalan kalau ketua hanya berpangku tangan dan bergantung pada anggota. Seorang pemimpin harus sigap berinisiatif dan selalu siap berkhidmat," tegas Safril.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua PAC GP Ansor Tlanakan, Achmad Jadid, menegaskan bahwa kepengurusan periode ini akan memprioritaskan dua pilar utama, yakni penguatan ideologi kader dan kemandirian ekonomi organisasi.
Jadid mengibaratkan tata kelola organisasi modern seperti manajemen sebuah perusahaan. Menurutnya, organisasi yang memiliki sistem pengelolaan profesional akan mampu berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
"Ansor ini ibarat perusahaan yang harus ditopang manajemen yang kokoh. Jika tata kelolanya bagus, organisasi akan terus melaju pesat. Begitu pula dengan Ansor, harus dikelola secara tertata agar kemajuannya dirasakan nyata," ujarnya.
Ia menjelaskan, penguatan ideologi dan kemandirian ekonomi kader menjadi fondasi utama dalam merancang arah gerakan organisasi. Selain menjaga marwah perjuangan, kemandirian ekonomi dinilai penting untuk menopang keberlangsungan roda organisasi secara mandiri.
Jadid juga mengingatkan seluruh pengurus yang baru dilantik agar tidak memandang posisi dalam struktur organisasi sekadar sebagai jabatan formalitas.
"Jabatan adalah amanah yang wajib kita pertanggungjawabkan dan jalankan sebaik-baiknya," tegasnya.
Perubahan yang dilakukan hanya berupa penyempurnaan penulisan sesuai kaidah jurnalistik dan EYD, seperti perbaikan judul, penulisan jabatan, konsistensi nama narasumber (Musaffa’ Safril), penggunaan istilah asing (effective leadership dan muassis), serta pemenggalan paragraf agar lebih nyaman dibaca tanpa mengubah struktur maupun mengurangi isi berita. (Red)


Komentar