![]() |
| Pengurus HIMASA UTM dalam acara Pelantikan di Pendopo Bupati Sampang.(Dok/Istimewa). |
Pelantikan tersebut dihadiri jajaran pengurus dan anggota HIMASA, para alumni, pembina HIMASA, perwakilan Polres Sampang, perwakilan Kodim, Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sampang, organisasi kepemudaan (OKP) asal Kabupaten Sampang yang berada di luar UTM, serta para alumni demisioner HIMASA UTM.
Ketua Umum HIMASA UTM periode 2026–2027, Rozek Wijaya Kusuma, menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran organisasi sebagai wadah pengembangan mahasiswa sekaligus motor peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Kabupaten Sampang.
Menurutnya, salah satu fokus utama kepengurusan adalah mendorong semakin banyak putra-putri Sampang melanjutkan pendidikan ke Universitas Trunojoyo Madura melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah, penyebaran informasi jalur masuk perguruan tinggi, hingga peluang memperoleh beasiswa.
"Kami akan mendorong lebih banyak putra-putri Sampang untuk melanjutkan pendidikan di UTM melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah serta memberikan informasi mengenai jalur masuk dan peluang beasiswa," ujarnya.
Selain itu, HIMASA juga berkomitmen mengawal mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap dapat mengenyam pendidikan tinggi. Upaya tersebut dilakukan melalui penyebaran informasi beasiswa, advokasi terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT), serta menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak yang dapat mendukung pembiayaan pendidikan.
"Mengawal mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi, dengan membantu penyebaran informasi beasiswa, advokasi terkait UKT, serta menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dan pihak lain yang dapat mendukung pembiayaan pendidikan," jelas Rozek.
Ia menambahkan, HIMASA akan terus menjalankan perannya sebagai jembatan aspirasi mahasiswa asal Sampang, khususnya dalam menyuarakan isu-isu pendidikan. Organisasi ini juga ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi generasi muda Sampang untuk mengenyam pendidikan tinggi.
Tak hanya berfokus pada akses pendidikan, HIMASA juga akan mendorong peningkatan kualitas SDM Kabupaten Sampang melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, mentoring, dan pengembangan kapasitas mahasiswa.
"HIMASA diharapkan menjadi wadah yang mampu mencetak generasi Sampang yang unggul, berdaya saing, serta siap berkontribusi bagi pembangunan daerah, khususnya Kabupaten Sampang," tandasnya.
Rozek juga menilai masih terdapat kesenjangan kualitas SDM di Kabupaten Sampang. Karena itu, HIMASA akan memperluas akses informasi mengenai pendidikan tinggi, beasiswa, serta berbagai peluang pengembangan diri agar mahasiswa maupun calon mahasiswa dari berbagai latar belakang memperoleh kesempatan yang lebih setara.
"Harapan saya, HIMASA tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya mahasiswa asal Sampang, tetapi juga menjadi pelopor dalam meningkatkan kualitas SDM daerah," katanya.
Menurutnya, tantangan pengembangan SDM di Kabupaten Sampang masih cukup besar. Oleh sebab itu, HIMASA harus mampu mendorong lebih banyak generasi muda untuk melanjutkan pendidikan tinggi, sekaligus memperjuangkan mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap dapat berkuliah di UTM.
"Dengan begitu, HIMASA dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan generasi Sampang yang lebih maju, berdaya saing, dan mampu membawa perubahan positif bagi daerah, khususnya Kabupaten Sampang," pungkasnya. (Fal/Had)



Komentar