![]() |
| Kegiatan ICMI Mengajar bekerja sama dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Bojonegoro di Aula SMP Negeri 3 Bojonegoro. (Dok/Istimewa). |
Program tersebut diikuti para kepala sekolah SMP se-Kabupaten Bojonegoro sebagai peserta utama dengan tujuan memperkuat kapasitas mereka sebagai pemimpin pendidikan di lingkungan sekolah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, serta sambutan Ketua MKKS SMP Kabupaten Bojonegoro. Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Ketua ICMI Orda Bojonegoro, Dr. H. Arief Januwarso, S.Sos., M.Si.
Dalam sambutannya, Arief Januwarso menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya membangun kepemimpinan pendidikan yang mampu melahirkan sumber daya manusia unggul.
"Kegiatan ini merupakan sebagai upaya membangun kepemimpinan pendidikan yang mampu melahirkan sumber daya manusia unggul menuju Bojonegoro Emas," ujarnya.
Pada sesi pertama, Ketua Dewan Pakar ICMI Kabupaten Bojonegoro, Ass. Prof. Dr. Hj. Sri Budi Cantika Yuli, S.E., M.M., menyampaikan materi "Penguatan Kapasitas Kepemimpinan Pendidikan: Manajemen SDM Unggul Berwawasan Global."
Dalam paparannya, Sri Budi Cantika menekankan bahwa kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kepemimpinan yang mampu mengembangkan sumber daya manusia, bukan sekadar mengelola administrasi sekolah. Menurutnya, sekolah harus menjadi organisasi pembelajar yang mampu mencetak guru dan peserta didik yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Perempuan yang akrab disapa Cantika Wahono itu juga menegaskan bahwa kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan dan kepemimpinan yang dimiliki. Menurutnya, pendidikan unggul tidak akan terwujud tanpa kepemimpinan yang unggul. Karena itu, kepala sekolah dituntut menjadi pemimpin visioner yang mampu menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan guna mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Ia menjelaskan, perubahan global yang ditandai dengan perkembangan Artificial Intelligence (AI), Big Data, transformasi digital, Society 5.0, hingga ekonomi hijau menuntut dunia pendidikan untuk terus bertransformasi. Sekolah, kata dia, tidak lagi cukup menghasilkan peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta daya saing global.
Menurut Sri Budi Cantika, transformasi pendidikan nasional kini bergerak dari pola mengajar menuju pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik. Penguatan kompetensi guru, pembangunan karakter sekolah, serta pemanfaatan teknologi, termasuk AI, menjadi bagian penting dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Ia juga menekankan bahwa kepemimpinan pendidikan tidak hanya berada di tangan kepala sekolah. Guru, wakil kepala sekolah, pengawas, komite sekolah, orang tua, hingga masyarakat merupakan learning leader yang memiliki tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas.
"Kepemimpinan transformasional harus mampu mengubah budaya, pola pikir, mengembangkan sumber daya manusia, dan menginspirasi perubahan di lingkungan sekolah," tambah Cantika.
Sementara itu, Prof. Dr. Sri Minarti, M.Pd.I., memaparkan materi "Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah Menuju Bojonegoro Emas." Ia menjelaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Bojonegoro Emas berawal dari pendidikan yang bermutu, sedangkan mutu pendidikan sangat dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan kepala sekolah.
Menurutnya, seorang kepala sekolah harus memiliki kompetensi yang kuat, mampu menginspirasi, adaptif terhadap perubahan, serta membangun kepercayaan seluruh warga sekolah.
Melalui kegiatan ini, ICMI berharap para kepala sekolah mampu menjadi pemimpin pendidikan yang visioner, transformasional, dan berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia. Dengan kepemimpinan yang kuat, diharapkan lahir sekolah-sekolah unggul yang mampu mencetak generasi berkualitas sebagai fondasi terwujudnya Bojonegoro Emas sekaligus mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045. (Red)


Komentar