![]() |
| Kegiatan program Belajar Bersama Masyarakat mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) di Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep.(Dok/Istimewa). |
Program tersebut menyasar berbagai kelompok usia, mulai dari ibu hamil, ibu yang memiliki balita, anak usia dini, siswa sekolah dasar, hingga kelompok lanjut usia (lansia). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta menerapkan pola hidup sehat sebagai upaya mencegah berbagai penyakit.
PHBS dan sanitasi menjadi aspek penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan berkualitas. Kurangnya pemahaman mengenai kebersihan diri dan lingkungan masih menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti diare, infeksi saluran pernapasan, penyakit kulit, hingga stunting pada anak akibat minimnya pengetahuan mengenai keseimbangan nutrisi.
Karena itu, edukasi mengenai PHBS dan sanitasi perlu dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan agar masyarakat mampu menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu mahasiswa UM BBM Desa Dapenda, Feratika Erdiyanti, menjelaskan bahwa edukasi dirancang untuk menjangkau seluruh kelompok usia sehingga pemahaman mengenai PHBS dan sanitasi dapat diterapkan oleh setiap anggota keluarga.
"Program edukasi ini menyasar berbagai kelompok usia, mulai dari ibu hamil, balita, anak usia dini, hingga lansia, agar kesadaran mengenai kebersihan diri dan lingkungan dapat tumbuh secara menyeluruh di masyarakat," kata Feratika.
Pelaksanaan edukasi memanfaatkan kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang rutin digelar di setiap pos pelayanan di Desa Dapenda. Mahasiswa menyampaikan materi sesuai dengan kelompok sasaran yang hadir di masing-masing pos.
Posyandu dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi tempat berkumpulnya masyarakat sehingga edukasi dapat menjangkau lebih banyak peserta tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain itu, dalam tahapan pelayanan Posyandu terdapat meja keempat yang secara khusus diperuntukkan bagi penyuluhan kesehatan.
Materi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan setiap kelompok sasaran. Kepada ibu hamil, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri selama masa kehamilan, menjaga sanitasi lingkungan, serta menerapkan pola hidup sehat demi mendukung kesehatan ibu dan janin.
Sementara kepada ibu yang memiliki balita, materi difokuskan pada pentingnya menjaga kebersihan makanan, mencuci tangan menggunakan sabun sebelum menyiapkan makanan maupun setelah beraktivitas, serta menjaga kebersihan lingkungan rumah sebagai upaya mencegah penyakit pada anak.
Bagi kelompok lansia, edukasi menekankan pentingnya menjaga kebersihan diri, mengonsumsi air bersih, menggunakan jamban yang layak, serta menciptakan lingkungan yang sehat guna mengurangi risiko berbagai penyakit.
Sedangkan kepada anak usia dini, materi disampaikan melalui metode yang lebih interaktif. Anak-anak diajak mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar, mengenal pentingnya membuang sampah pada tempatnya, serta membiasakan perilaku hidup bersih sejak usia dini.
Selain di Posyandu, mahasiswa juga memberikan edukasi PHBS kepada siswa sekolah dasar melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan ini bertujuan menanamkan kebiasaan hidup bersih sejak dini melalui penyampaian materi yang dikemas secara menarik dan menyenangkan.
Para siswa diajak memahami pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun, mempraktikkan enam langkah mencuci tangan yang benar sesuai pedoman Kementerian Kesehatan, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, menggunakan jamban yang bersih, serta membuang sampah pada tempatnya sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Mahasiswa juga memperkenalkan cara membuat sabun dari kertas serta menunjukkan hasil sabun kertas yang telah diproses agar lebih praktis dan mudah digunakan.
Untuk meningkatkan pemahaman peserta, mahasiswa memanfaatkan media edukasi berupa flipbook yang berisi materi mengenai PHBS dan sanitasi dengan tampilan menarik dan mudah dipahami. Media visual tersebut membantu peserta memahami informasi yang disampaikan sekaligus meningkatkan minat masyarakat mengikuti kegiatan edukasi.
Bidan Desa Dapenda, Isnaini Fajar Dewi, mengapresiasi program edukasi yang dilaksanakan mahasiswa UM BBM tersebut.
"Edukasi PHBS dan sanitasi ini merupakan program unggulan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Harapannya, setelah kegiatan ini masyarakat Desa Dapenda dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari sehingga risiko terjadinya berbagai penyakit dapat diminimalkan," ujar Isnaini Fajar Dewi.
Melalui program tersebut, mahasiswa UM BBM Desa Dapenda berharap masyarakat semakin memahami bahwa penerapan PHBS dan sanitasi bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga membutuhkan peran seluruh anggota keluarga dan lingkungan sekitar.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, mulai dari anak usia dini hingga lansia, diharapkan tercipta lingkungan Desa Dapenda yang lebih bersih, sehat, dan nyaman sehingga kualitas hidup masyarakat dapat terus meningkat secara berkelanjutan. (Yud)


Komentar