|
Menu Close Menu

MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Malang Dihadiri Gubernur Khofifah, Siap Cetak Generasi Berkarakter

Jumat, 31 Juli 2026 | 19.51 WIB

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Open House dan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Malang.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Malang– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri kegiatan Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Malang di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Jumat (31/7/2026). Kegiatan tersebut menandai dimulainya operasional Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program prioritas nasional untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.


Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB itu dihadiri Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., jajaran Forkopimda, Forkopimcam, kepala sekolah, wali siswa, dan calon peserta didik. Sebelum acara dimulai, Gubernur Khofifah bersama rombongan mengikuti rapat virtual dengan Menteri Sosial RI.


Dalam sambutannya, Bupati Malang Sanusi mengatakan Sekolah Rakyat menjadi langkah nyata pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Ia menyebut Kabupaten Malang bersyukur dipercaya menjadi salah satu daerah penyelenggara Sekolah Rakyat Terintegrasi.


Menurut Sanusi, berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Malang masih terdapat sekitar 32 ribu Anak Tidak Sekolah (ATS), terdiri dari sekitar 12 ribu jenjang SD dan SMP serta sisanya jenjang SMA sederajat. Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu mengembalikan anak-anak tersebut ke bangku pendidikan.


Kepala Sekolah Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Malang, Warsito, S.Pd., menjelaskan sekolah menerapkan Kurikulum Nasional Merdeka dengan sistem multi entry dan multi exit, sehingga anak yang sempat putus sekolah dapat melanjutkan pendidikan sesuai jenjangnya.


Selain pembelajaran akademik, seluruh siswa mengikuti pemetaan bakat dan minat melalui tes talenta serta telah menjalani pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Puskesmas Bantur sebelum memulai kegiatan belajar.


Warsito mengatakan fasilitas sekolah telah mencapai sekitar 95 hingga hampir 100 persen. Sarana yang tersedia meliputi ruang belajar, asrama putra dan putri, masjid, gedung serbaguna, serta fasilitas pendukung lainnya, meski beberapa bangunan masih dalam tahap penyelesaian.


Saat ini Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Malang menampung 323 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Malang serta beberapa daerah lain seperti Lumajang dan Kediri. Seluruh siswa menjalani sistem pendidikan berasrama dengan masa pembiasaan selama 40 hari untuk membentuk karakter disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab.


Usai menghadiri kegiatan Open House dan MPLS, Gubernur Khofifah melanjutkan agenda menuju lokasi pasar murah di rumah Kepala Desa Srigonco sebelum kembali ke Kota Malang.


Keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Malang diharapkan dapat memperluas pemerataan pendidikan sekaligus menjadi salah satu upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menekan angka anak tidak sekolah di Kabupaten Malang. (Den) 

Bagikan:

Komentar