![]() |
| Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Abdul Halim Soebahar membuka Sosialisasi Pengelolaan Dana Abadi Pesantren di Aula Kantor MUI Jawa Timur. (Dok/PDUF MUI Jatim). |
Kegiatan dibuka Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Abdul Halim Soebahar. Dalam sambutannya, ia menegaskan pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat. Karena itu, menurutnya, pesantren perlu mulai membangun sumber pembiayaan jangka panjang agar mampu berkembang secara mandiri.
"Pesantren merupakan benteng peradaban umat. Oleh karena itu, keberlanjutan pembiayaannya harus dipersiapkan dengan baik. Dana Abadi Pesantren menjadi salah satu ikhtiar strategis untuk memperkuat kemandirian pesantren demi kemaslahatan umat," ujar Prof. Halim, Selasa (28/7/2026).
Ketua Komisi PDUF MUI Jawa Timur, KH. Miftah Jauhari, S.E., mengatakan Program Dana Abadi Pesantren merupakan salah satu agenda prioritas Komisi PDUF dalam membangun ekosistem filantropi Islam yang berkelanjutan.
"Kami ingin mendorong pesantren tidak hanya kuat dalam pendidikan dan dakwah, tetapi juga memiliki kemandirian ekonomi melalui pengelolaan dana yang profesional. Kolaborasi dengan berbagai mitra menjadi langkah strategis untuk mewujudkan hal tersebut," tutur KH. Miftah Jauhari.
S
ementara itu, Wakil Ketua Komisi PDUF MUI Jawa Timur, M. Syafi'i, menilai literasi keuangan dan investasi menjadi bekal penting bagi pengelola pesantren dalam menghadapi tantangan masa depan.
"Pesantren memiliki modal sosial yang sangat besar. Dengan tata kelola yang baik dan pemahaman mengenai instrumen investasi yang tepat, Dana Abadi Pesantren dapat menjadi fondasi bagi keberlanjutan lembaga dan kemanfaatan yang terus mengalir bagi umat," ungkapnya.
Pada sesi pemaparan materi, Head of Mutual Fund and Partnership Strategy Trimegah Sekuritas, Hasbie Sukaton, menjelaskan pentingnya pengelolaan dana investasi yang disiplin, transparan, dan berorientasi jangka panjang.
"Dana abadi bukan sekadar mengumpulkan dana, tetapi bagaimana dana tersebut dikelola secara profesional agar terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan. Edukasi seperti ini penting untuk meningkatkan literasi investasi di lingkungan pesantren," jelas Hasbie.
Direktur Danapathi, Dedy Hendrawan, turut menegaskan bahwa sinergi antara lembaga keagamaan dan sektor jasa keuangan menjadi langkah penting dalam membangun kemandirian ekonomi umat.
"Kami percaya pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pemberdayaan ekonomi. Danapathi siap mendukung melalui edukasi, pendampingan, dan penguatan tata kelola sehingga pengelolaan Dana Abadi Pesantren dapat berjalan secara aman, profesional, dan berkelanjutan," kata Dedy.
Antusiasme peserta terhadap kegiatan ini terbilang tinggi. Meski kuota pelaksanaan perdana terbatas, besarnya minat dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur mendorong Komisi PDUF MUI Jawa Timur bersama Trimegah Sekuritas dan Danapathi kembali menggelar Batch 2 Sosialisasi Pengelolaan Dana Abadi Pesantren pada bulan mendatang.
Kegiatan lanjutan tersebut diharapkan mampu menjangkau lebih banyak pesantren sehingga semakin siap membangun Dana Abadi sebagai fondasi kemandirian ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lembaga.
Melalui kolaborasi ini, Komisi PDUF MUI Jawa Timur berharap semakin banyak pesantren mampu mengelola dana umat secara profesional, transparan, dan akuntabel sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan bagi penguatan pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. (Red)


Komentar