![]() |
| Kegiatan Petik Laut di Dusun Baru, Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep.(Dok/Istimewa). |
Ketua Panitia Pelaksana, Idris, mengatakan Petik Laut bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi memiliki makna yang sangat mendalam bagi masyarakat pesisir.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat. Selain itu, tradisi ini juga bertujuan mempererat hubungan antarsesama nelayan serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian laut demi masa depan bersama, khususnya bagi generasi penerus.
"Acara Petik Laut ini memiliki tujuan yang sangat mulia. Selain sebagai sarana untuk mengungkapkan rasa syukur atas rezeki yang didapatkan, acara tersebut juga dimaksudkan untuk menguatkan hubungan sesama masyarakat nelayan dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga laut demi masa depan kita bersama, khususnya untuk para generasi penerus," ujar Idris.
Idris berharap tradisi Petik Laut (Rokat Tasek) yang telah berlangsung secara turun-temurun dapat terus dilestarikan. Dengan begitu, nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tetap hidup di tengah masyarakat nelayan.
"Semoga tradisi Petik Laut (Rokat Tasek) yang sudah berlangsung turun-temurun ini terus berlangsung di masa-masa yang akan datang agar tujuan mulia dari tradisi tersebut dapat terus bertahan dalam kehidupan masyarakat nelayan," harapnya.
Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dan meriah. Acara diawali dengan pengajian, kemudian ditutup dengan pawai laut serta prosesi pelarungan mala-mala (bitek). Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sukses tanpa kendala.
Apresiasi terhadap tradisi tersebut juga disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Daerah Pemilihan (Dapil) VII yang meliputi Kecamatan Masalembu, Raas, Gayam, dan Nonggunong, Ahmad Juhairi.
Ia menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Petik Laut yang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh berbagai kelompok masyarakat nelayan, khususnya di Kecamatan Kepulauan Masalembu.
"Sebagai wakil rakyat saya mendukung sepenuhnya acara Petik Laut yang diadakan setiap tahun oleh berbagai kelompok masyarakat nelayan, khususnya di Kecamatan Kepulauan Masalembu," ujar Juhairi.
Politisi Partai NasDem itu menegaskan tradisi tersebut patut dipertahankan karena mengandung nilai budaya, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
"Tradisi yang baik ini harus dipertahankan," tambahnya.
Selain menjadi ungkapan syukur, Petik Laut juga dinilai memiliki makna yang lebih luas sebagai simbol perlawanan terhadap segala bentuk praktik yang merusak ekosistem laut.
Tradisi ini berakar pada kesadaran luhur bahwa manusia dan alam, khususnya laut, harus hidup secara harmonis, saling melengkapi, serta menjaga satu sama lain demi keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir. (Yud)


Komentar