![]() |
| Pelantikan ICMI Kabupaten Bojonegoro di gedung Angling Dharma Lantai 2, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.(Dok/Istimewa). |
Momentum tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam memperkuat sinergi dengan kalangan intelektual sebagai mitra strategis untuk mendukung pembangunan daerah yang berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi.
Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan oleh Sekretaris Majelis Wilayah ICMI Jawa Timur, Pitono Nugroho. Selanjutnya, Dr. Arief Januwarso resmi dilantik sebagai Ketua ICMI Orda Bojonegoro bersama jajaran pengurus yang akan mengemban amanah hingga 2031.
Usai dilantik, Arief Januwarso menegaskan komitmen ICMI Bojonegoro untuk menghadirkan program-program yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
"Berbagai program telah kita siapkan, di antaranya ICMI Mengajar, podcast sesuai divisi hingga penyusunan policy brief untuk memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan Kabupaten Bojonegoro melalui penguatan kajian ilmiah, inovasi, pemberdayaan masyarakat, hingga kolaborasi lintas sektor," ujarnya.
Dalam sambutannya, Sekretaris Majelis Wilayah ICMI Jawa Timur, Pitono Nugroho, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Menurutnya, amanah tersebut menjadi awal perjuangan intelektual yang harus diwujudkan melalui karya dan pengabdian kepada masyarakat.
"Selamat kepada seluruh pengurus. Hari ini kita sedang memulai jihad intelektual bersama. Ini adalah pertanda baik, sebuah isyarat langit agar ICMI benar-benar hadir membersamai masyarakat, mengawal kebijakan, menghadirkan gerakan yang menginspirasi, dan tidak sekadar menjadi organisasi yang ada, tetapi mampu memberikan sesuatu yang nyata bagi umat dan daerah," tegas Pitono.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus ICMI Orda Bojonegoro yang baru dilantik. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan roda organisasi.
Menurut Wahono, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap ICMI dapat menjadi mitra strategis dalam melahirkan kebijakan publik yang didasarkan pada data, riset, dan kajian ilmiah. Ia menilai pembangunan daerah memerlukan pemikiran yang objektif serta kolaborasi erat antara pemerintah dan kalangan akademisi.
"Jangan ojo dumeh. Pemerintah hadir sebagai fasilitator. Mari kita bersinergi, saling sinau bareng, sehingga berbagai regulasi dan kebijakan pemerintah daerah memiliki landasan akademik yang kuat serta benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Setyo Wahono.
Dengan kepengurusan baru tersebut, ICMI Orda Bojonegoro diharapkan mampu menjadi wadah berhimpunnya para cendekiawan Muslim yang aktif melahirkan gagasan, inovasi, dan solusi atas berbagai tantangan pembangunan daerah.
Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan ICMI juga diyakini akan memperkuat terwujudnya Bojonegoro yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan melalui kebijakan yang semakin berkualitas, partisipatif, serta berbasis ilmu pengetahuan. (Red)


Komentar