|
Menu Close Menu

Raih Radar Surabaya Award 2026, Ning Lia Dinobatkan sebagai Tokoh Politik Idola Gen Z

Jumat, 31 Juli 2026 | 10.21 WIB

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat menerima penghargaan dari Radar Surabaya Award 2026 di Vasa Hotel Surabaya.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Hj. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., S.Sos.I., M.E.I., menerima penghargaan bergengsi sebagai Tokoh Politik Idola Gen Z dalam ajang Radar Surabaya Award 2026. Penghargaan tersebut diserahkan pada malam apresiasi yang berlangsung di Vasa Hotel Surabaya, Kamis (30/7/2026).


Penghargaan dari Radar Surabaya Group itu menjadi bentuk apresiasi atas kiprah senator yang akrab disapa Ning Lia dalam mengawal aspirasi masyarakat sekaligus mendorong berbagai program pemberdayaan di Jawa Timur. Di sisi lain, penghargaan tersebut juga menjadi pengakuan atas kedekatannya dengan generasi muda serta konsistensinya menghadirkan politik yang edukatif, inklusif, dan membangun.


Bagi Ning Lia, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol keberhasilan, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui kerja nyata dan pengabdian yang semakin besar kepada masyarakat.


"Penghargaan ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi menjadi penyemangat untuk terus bekerja, mendengar aspirasi masyarakat, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas," ujar Ning Lia.


Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Radar Surabaya Group atas penghargaan yang diterimanya. Menurutnya, penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga komitmen terhadap keberlangsungan demokrasi dengan melibatkan generasi muda sebagai bagian dari kekuatan bangsa.


"Pertama, terima kasih kepada Radar Surabaya, Radar Sidoarjo, dan juga Radar Gresik atas penghargaan ini. Di sini kita harus menjaga komitmen, yaitu menjaga keberlangsungan demokrasi. Bicara soal modal sosial dan modal bangsa, generasi muda dalam hal ini Gen Z adalah kuncinya. Jadi, bagaimana kita harus selalu dekat dengan Gen Z," tuturnya.


Ning Lia menegaskan, generasi muda tidak boleh bersikap apatis terhadap dinamika politik nasional. Sebaliknya, Gen Z harus didorong untuk mengambil peran strategis dalam menentukan arah pembangunan dan masa depan bangsa.


"Terutama untuk menyampaikan kepada mereka bahwasanya Indonesia adalah negara demokrasi. Mereka tidak boleh apatis, tetapi justru harus mengambil ruang-ruang penting dan strategis di dunia politik," tegasnya.


Selama mengemban amanah sebagai anggota DPD RI, Ning Lia dikenal aktif mengangkat berbagai isu strategis, mulai dari pendidikan, pemberdayaan perempuan, penguatan UMKM, literasi digital, hingga pengembangan potensi generasi muda. Berbagai program yang dijalankannya juga melibatkan komunitas, pelajar, pesantren, serta pelaku usaha di berbagai daerah di Jawa Timur.


Menurutnya, setiap capaian yang diraih tidak terlepas dari dukungan masyarakat yang selama ini terus memberikan kepercayaan. Karena itu, penghargaan tersebut dipersembahkannya kepada seluruh masyarakat Jawa Timur yang telah menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.


Selain mengungkapkan rasa syukur, Ning Lia turut menyampaikan ucapan selamat kepada Radar Surabaya yang telah memasuki usia ke-25 tahun atau usia perak. Ia menilai, Radar Surabaya Group berhasil menunjukkan konsistensinya sebagai media yang mampu beradaptasi dengan perkembangan era digital tanpa mengesampingkan integritas jurnalistik.


"Saya juga mengucapkan selamat kepada Radar Surabaya yang kini memasuki usia ke-25 tahun, usia perak. Radar Surabaya Group sangat menunjukkan kemampuan dan keberdayaan untuk bertahan di era digital dengan tantangan maupun kompetisi apa pun," ungkapnya.


Ia juga mengapresiasi komitmen Radar Surabaya Group yang dinilai tetap mengedepankan jurnalisme positif di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap mengedepankan sensasi.


"Kita lihat bagaimana Radar Surabaya Group menjaga komitmennya sebagai pusat dari good news for society. Ketika mungkin ada pihak di luar sana yang menjadikan bad news sebagai kesempatan untuk viral, Radar justru tidak. Radar memegang teguh prinsip good news for society, di mana masyarakat terus mendapatkan berita positif. Jurnalistik adalah ruang bagi kita untuk mengajak masyarakat menjaga kebaikan dan kebajikan, sebagaimana prinsip benevolent society," pungkasnya.


Ning Lia berharap penghargaan yang diterimanya dapat menjadi motivasi untuk terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, media, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif, sekaligus mendorong semakin banyak generasi muda mengambil peran strategis bagi kemajuan Indonesia. (Red) 

Bagikan:

Komentar