|
Menu Close Menu

SDN 1 Srigonco Tunggu Realisasi Pembangunan, Dinas Cipta Karya Turun ke Lapangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 09.20 WIB

Tim Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang saat meninjau SD Negeri 1 Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Malang – Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang bersama tim konsultan melakukan survei lapangan di SD Negeri 1 Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang Kamis (23/7/2026), sebagai tahap awal persiapan pembangunan ruang kelas pengganti dan pagar sekolah yang terdampak proyek pelebaran jalan nasional menuju Pantai Balekambang.


Survei yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB itu dihadiri tiga orang dari Dinas Cipta Karya dan konsultan. Kegiatan tersebut didampingi Kepala SDN 1 Srigonco, perwakilan Kecamatan Bantur, serta Pemerintah Desa Srigonco.


Dalam kegiatan itu, tim melakukan pengukuran pada lokasi ruang kelas yang sebelumnya terdampak pelebaran jalan. Selain itu, dilakukan pengukuran untuk pembangunan pagar sekolah sebagai upaya meningkatkan keselamatan siswa mengingat posisi sekolah berada di tepi jalan nasional.


Staf Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang, Novin S, mengatakan survei tersebut merupakan bagian dari proses persiapan sebelum pembangunan dilaksanakan.


"Kami dari Dinas Cipta Karya bersama konsultan melakukan pengukuran ruang yang terpotong. Hasilnya akan kami sampaikan kepada pimpinan, dan mudah-mudahan tahun ini segera terealisasi. Prioritas pembangunan adalah ruang yang terpotong dan pagar sekolah sebagai pengamanan murid karena adanya lalu lintas kendaraan," ujarnya.

Menurut Novin, ruang kelas yang direncanakan berukuran sekitar 7 x 7 meter, sedangkan pagar sekolah memiliki panjang sekitar 30 meter. Sementara untuk besaran anggaran dan jadwal pelaksanaan masih menunggu keputusan dari pimpinan.


Sebelumnya, SDN 1 Srigonco kehilangan satu ruang kelas akibat proyek pelebaran jalan nasional. Sejak April 2026, sebanyak 17 siswa terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang laboratorium setelah sebelumnya sempat menggunakan musala sekolah sebagai ruang belajar sementara.


Pihak sekolah berharap hasil survei tersebut segera ditindaklanjuti dengan proses pembangunan sehingga ruang kelas pengganti dan pagar pengaman dapat segera direalisasikan demi mendukung kegiatan belajar mengajar yang aman dan nyaman. (Den) 

Bagikan:

Komentar