![]() |
| Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi saat melakukan reses di Dusun Sidomulyo, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.(Dok/Istimewa). |
Nurhadi mengatakan, konsep tersebut sengaja dirancang agar masyarakat dapat bertemu wakil rakyat dalam suasana yang lebih santai, menyenangkan, dan penuh kebersamaan.
"Konsep reses yang kreatif dan inovatif ini sengaja dipilih agar masyarakat merasa senang ketika bertemu wakil rakyatnya," ungkap Nurhadi.
Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur VI yang meliputi Kabupaten Tulungagung, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kota Blitar, dan Kabupaten Blitar itu menebar sekitar empat kuintal ikan lele untuk dipancing masyarakat. Selain itu, ia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik, mulai dari tiga ekor kambing, tujuh ekor mentok, hingga beragam doorprize. Seluruh warga yang hadir juga mendapat sarapan gratis.
Menurut Nurhadi, kegiatan reses yang umumnya dilaksanakan dalam bentuk rapat di balai desa atau kelurahan cenderung terasa monoton. Karena itu, ia memilih pendekatan yang lebih kreatif agar masyarakat dapat menikmati kegiatan sekaligus tetap menyampaikan aspirasi.
"Kalau kegiatan reses biasanya mengumpulkan masyarakat seperti rapat di balai desa atau kelurahan, itu terkesan monoton. Saya ingin mengemasnya lebih kreatif dan inovatif melalui kegiatan mancing rezeki," jelasnya.
Politisi yang akrab disapa Panglima Nurhadi itu menyebutkan, kegiatan tersebut diikuti sekitar seribu peserta. Dengan jumlah ikan yang disediakan, setiap peserta diharapkan dapat membawa pulang hasil pancingan untuk dinikmati bersama keluarga.
"Harapannya masyarakat ketemu anggota DPR itu senang. Mereka terhibur, sekaligus mendapat rezeki berupa ikan lele. Kalau dihitung, satu peserta bisa membawa satu, dua, bahkan lima ekor lele. Ditambah lagi ada sarapan gratis dan hadiah-hadiah lainnya," katanya.
Tak hanya menggelar kegiatan memancing, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Blitar itu juga memanfaatkan masa reses untuk menjalin komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat. Ia berdialog dengan kelompok tani, mantan pekerja migran Indonesia, hingga melakukan kunjungan dari rumah ke rumah (door to door) kepada warga kurang mampu.
Pada hari yang sama, Nurhadi juga turun langsung bersama komunitas Pengamen Dermawan di wilayah Kabupaten Kediri. Berbeda dengan pengamen pada umumnya yang meminta uang kepada masyarakat, komunitas tersebut justru membagikan bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan.
"Biasanya pengamen meminta uang kepada tuan rumah, tapi kami sebaliknya. Kami memberikan sembako dan bantuan uang kepada keluarga yang sangat miskin," ujarnya.
Nurhadi yang juga merupakan anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menegaskan, ia ingin kegiatan reses tidak hanya menjadi agenda seremonial untuk menyerap usulan masyarakat, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata melalui hiburan dan kepedulian sosial.
"Saya ingin kegiatan reses tidak monoton. Selain menyerap aspirasi dan usulan masyarakat, juga bisa menghibur dan membahagiakan masyarakat. Apalagi situasi ekonomi saat ini sedang tidak baik-baik saja. Masyarakat juga butuh hiburan," tukasnya.
Kegiatan "Mancing Rezeki" tersebut pun menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat Kecamatan Ponggok. Selain menjadi wadah penyampaian aspirasi kepada wakil rakyat, acara itu juga menghadirkan suasana kebersamaan yang penuh kegembiraan bagi warga. (Red)


Komentar