|
Menu Close Menu

UNESA Dampingi Guru SD di Sumenep, Pembelajaran Berbasis Keris dan Lingkungan Diperkuat

Selasa, 21 Juli 2026 | 12.05 WIB

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan, M.T., saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan PKM UNESA. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Sumenep— Komitmen meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Sumenep kembali diperkuat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Surabaya (UNESA).


Kegiatan bertajuk "Pendampingan Guru dalam Implementasi Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi untuk Meningkatkan Kecerdasan Logis Matematis Siswa SD di Kabupaten Sumenep" itu digelar di salah satu hotel di Kota Sumenep, Sabtu (18/10/2026).


PKM yang bekerja sama dengan KKG 01 Kecamatan Kota Sumenep tersebut mendapat dukungan penuh dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan, M.T., yang hadir sebagai keynote speaker.


Dalam sambutannya, Moh. Iksan mengapresiasi inisiatif UNESA yang menghadirkan program pendampingan bagi guru sekolah dasar. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan komunitas guru menjadi strategi penting untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat karakter peserta didik melalui pembelajaran yang kontekstual.


"Guru memang harus mampu menghadirkan pembelajaran yang dekat dengan kehidupan siswa. Potensi budaya lokal, seperti keris, serta kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi sumber belajar yang menarik sekaligus membangun karakter peserta didik. Kami mengapresiasi UNESA yang terus menghadirkan inovasi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, apalagi kegiatan ini mencoba menghadirkan nuansa baru dengan menjadikan keris dan lingkungan sebagai bagian penting dalam pembelajaran," ujar Moh. Iksan.


Sementara itu, Ketua Tim PKM, Prof. Dr. Wiryanto, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya memberikan materi kepada peserta. Para guru juga dibekali kemampuan menyusun perangkat pembelajaran berbasis budaya lokal dan literasi ekologi yang dapat diterapkan secara langsung di kelas.


"Pembelajaran akan lebih bermakna ketika siswa belajar dari lingkungan dan budayanya sendiri. Keris bukan hanya warisan budaya, tetapi juga memiliki nilai filosofis, matematis, historis, dan karakter yang dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran," jelasnya.


Ketua KKG 01 Kecamatan Kota Sumenep, Ali Harsojo, M.Pd., menilai kegiatan ini menjadi angin segar bagi para guru dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21.


Menurutnya, guru membutuhkan pendampingan berkelanjutan agar mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan karakteristik peserta didik.


Melalui kegiatan PKM ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan komunitas guru dalam mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis potensi lokal.


Pendekatan tersebut tidak hanya mendukung peningkatan kompetensi guru, tetapi juga menjadi upaya nyata melestarikan budaya keris, menumbuhkan literasi ekologi, serta meningkatkan kemampuan berpikir logis matematis siswa sekolah dasar.


Kegiatan PKM ini diikuti 20 guru sekolah dasar dari berbagai sekolah di Kecamatan Kota Sumenep.


Selain itu, kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan, budaya, dan lingkungan, di antaranya H. Ibnu Hajar, M.Pd., K.H. K.M. Musthafa, M.A., dan Ike Yuli Mestika Dewi, M.Pd. (yud) 

Bagikan:

Komentar