![]() |
| KKN-PPM 2026 Unipra Surabaya di Kelurahan Klampis Ngasem, Kecamatan Sukolilo, Surabaya.(Dok/Istimewa). |
KKN-PPM 2026 diikuti 64 mahasiswa dari berbagai program studi, meliputi Administrasi Bisnis, Administrasi Publik, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Manajemen, Akuntansi, Teknik Kimia, dan Teknik Industri.
Ketua Panitia Pelaksana KKN-PPM, Siti Lailatus Sofiyah, menjelaskan kegiatan dipusatkan di Kelurahan Klampis Ngasem dengan pembagian lokasi pada tiga wilayah rukun warga (RW). Setiap RW ditempati oleh satu kelompok mahasiswa.
Menurutnya, KKN-PPM merupakan bentuk kolaborasi antara Universitas WR Supratman dengan Pemerintah Kota Surabaya dalam upaya meningkatkan kreativitas dan produktivitas masyarakat berbasis kearifan lokal.
"KKN-PPM yang kita laksanakan merupakan bagian dari kolaborasi Unipra dengan Pemkot Surabaya, sekaligus bentuk sinergi Unipra dengan masyarakat sekitar kampus. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi wadah untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama kuliah dalam upaya meningkatkan kreativitas dan produktivitas masyarakat kota berbasis kearifan lokal," ujarnya.
Siti menambahkan, Unipra juga mendukung program Kampung Pancasila. Karena itu, setiap program kerja yang dijalankan mahasiswa selama KKN-PPM diarahkan untuk menerjemahkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.
"Teknis pelaksanaannya, masing-masing kelompok memiliki program unggulan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat," ungkapnya usai acara pelepasan peserta KKN-PPM.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa.
"Kami berharap KKN-PPM mampu memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat yang majemuk, sehingga mahasiswa dapat memberikan sumbangsih sebagai ilmuwan bagi masyarakat setempat," tuturnya.
Sementara itu, Lurah Klampis Ngasem, Supriono, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa Unipra yang melaksanakan KKN-PPM di wilayahnya, tepatnya di RW 2, RW 3, dan RW 4.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam mendorong kreativitas, produktivitas, serta penguatan potensi berbasis kearifan lokal di tengah masyarakat.
"Kami selaku pemerintah terus berupaya mengangkat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Surabaya melalui program Kampung Pancasila, khususnya di Kelurahan Klampis Ngasem," katanya.
Di sisi lain, salah satu peserta KKN-PPM dari Program Studi Administrasi Bisnis, Syeh Ahmad (Ian), mengaku bangga dapat terjun langsung ke tengah masyarakat untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.
"Saya merasa bangga bisa belajar langsung dari masyarakat dan mengaplikasikan ilmu yang didapat di kampus agar bermanfaat bagi masyarakat sekitar," ujarnya.
Ian menjelaskan, kelompoknya yang ditempatkan di kawasan Sentra Wisata Kuliner Delles telah menyiapkan sejumlah program unggulan. Di antaranya pelatihan pemasaran melalui media sosial bagi pelaku UMKM, pelatihan pembuatan tempat tisu dari bahan bekas, serta pendampingan desain daftar menu bagi pelaku usaha di Sentra Wisata Kuliner Delles.
"Mengingat kelompok kami berada di sentra kuliner, program unggulan yang kami siapkan meliputi pelatihan marketing melalui media sosial bagi pelaku UMKM, pelatihan pembuatan tempat tisu dari bahan bekas, dan mendesain daftar menu di Sentra Wisata Kuliner Delles," pungkasnya. (Red)


Komentar