|
Menu Close Menu

AHY Dorong Karapan Sapi Jadi Ikon Pariwisata dan Penggerak Ekonomi Madura

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23.59 WIB

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat hadir dalam acara Kejuaraan Karapan Sapi Piala AHY se-Madura di Stadion Karapan Sapi R.P. Moch Noer, Bangkalan.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Bangkalan– Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa Karapan Sapi bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan warisan budaya yang harus terus dilestarikan sekaligus dikembangkan sebagai penggerak ekonomi dan pariwisata Madura. Untuk mendukung potensi tersebut, pembangunan infrastruktur di Pulau Madura dinilai harus menjadi prioritas.


Pernyataan itu disampaikan AHY usai membuka Kejuaraan Karapan Sapi Piala AHY se-Madura dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat di Stadion Karapan Sapi R.P. Moch Noer, Bangkalan, Minggu (2/8/2026).


AHY mengaku baru pertama kali menyaksikan secara langsung tradisi karapan sapi. Pengalaman tersebut, menurutnya, memberikan kesan mendalam karena karapan sapi merupakan identitas budaya khas Madura yang memiliki nilai sejarah dan tidak dimiliki daerah lain.


"Karapan sapi bukan hanya milik Madura, tetapi juga milik Nusantara. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern dan digital, tradisi seperti ini harus tetap dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya," ujarnya.


Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu membandingkan Karapan Sapi dengan berbagai tradisi khas dunia, seperti Rodeo di Amerika Serikat dan Matador di Spanyol. Menurutnya, Indonesia juga memiliki kekayaan budaya yang layak menjadi kebanggaan nasional sekaligus daya tarik wisata.


"Kalau Amerika memiliki Rodeo dan Spanyol memiliki matador, maka Indonesia memiliki karapan sapi di Madura. Ini merupakan kekayaan budaya yang harus terus kita banggakan dan lestarikan," katanya.


AHY menilai Karapan Sapi juga merepresentasikan karakter masyarakat Madura yang dikenal pekerja keras, berani menghadapi tantangan, dan menjunjung tinggi kehormatan.


"Tapi nilai itu sangat kuat yaitu kerja keras, keberanian, dan kehormatan. Karakter tersebut menjadi modal penting bagi masyarakat Madura untuk terus maju," ungkapnya.


Selain sebagai upaya pelestarian budaya, AHY mengatakan penyelenggaraan Karapan Sapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Kehadiran ribuan pengunjung dinilai mampu menggerakkan sektor UMKM, perdagangan, hingga pariwisata lokal.


"Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah dan membuka peluang wisata yang lebih besar," tuturnya.


Dalam kesempatan tersebut, AHY juga menegaskan komitmen Partai Demokrat untuk terus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan pembangunan nasional yang berkeadilan.


"Kami ingin terus membangun kebersamaan dengan semua elemen masyarakat agar solusi terhadap persoalan ekonomi, lapangan pekerjaan, daya beli masyarakat, penegakan hukum, hingga demokrasi dapat berjalan dengan baik," ujarnya.


Lebih lanjut, AHY menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur dasar di Madura, mulai dari jalan, jembatan, fasilitas pendidikan dan kesehatan, hingga revitalisasi stadion.


Menurutnya, sejumlah ruas jalan kabupaten maupun provinsi masih membutuhkan perbaikan agar konektivitas antarwilayah semakin baik dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.


"Infrastruktur yang memadai akan mempercepat mobilitas, sehingga mampu meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat. Stadion yang kita gunakan hari ini juga perlu direvitalisasi agar semakin representatif dan mampu menarik lebih banyak wisatawan, termasuk mancanegara," pungkasnya. (Red) 

Bagikan:

Komentar