|
Menu Close Menu

Dini Rahmania Minta Publik Tak Panik Soal Biaya Haji 2027, Penetapan Masih Dibahas DPR dan Pemerintah

Senin, 03 Agustus 2026 | 14.28 WIB

Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania dalam acara Sosialisasi Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2027 di Kabupaten Probolinggo.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Probolinggo– Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai NasDem, Dini Rahmania, mengimbau masyarakat untuk tidak panik menyikapi isu kenaikan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027. Pasalnya, penetapan biaya haji hingga saat ini masih dalam proses pembahasan dan belum mencapai keputusan final.


Hal tersebut disampaikan Dini saat agenda reses di Pondok HATI, Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026).


Menurut legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur II yang meliputi Pasuruan dan Probolinggo itu, DPR RI bersama pemerintah masih akan mengkaji secara mendalam besaran biaya yang ideal melalui pembentukan Panitia Kerja (Panja) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).


"Kemarin sempat ada isu mengenai kenaikan biaya, tapi di sini harapan kami selaku Komisi VIII agar diredam dulu, karena kita sedang membicarakan nanti ke depannya akan ada panja mengenai penentuan biaya haji," ujar Dini.


Selain persoalan biaya, Dini menekankan bahwa calon jemaah haji juga harus mempersiapkan aspek yang tidak kalah penting, yakni istitha'ah atau kemampuan menjalankan ibadah dari sisi kesehatan, fisik, mental, hingga pemahaman tata cara pelaksanaan ibadah haji.


Menurutnya, kesiapan finansial tidak akan berarti apabila tidak didukung kondisi kesehatan yang baik selama menjalankan rukun dan wajib haji di Tanah Suci.


Karena itu, ia mengimbau para calon jemaah memanfaatkan masa tunggu keberangkatan dengan menerapkan pola hidup sehat, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, seperti hipertensi maupun diabetes.


"Harapan kami seluruh calon jemaah ini istitha’ah secara kesehatan. Bagi calon jemaah yang ada riwayat penyakit, harapannya bisa minum obat secara rutin dan berolahraga. Nanti kondisi tersebut akan menjadi catatan agar jemaah yang membutuhkan bisa mendapatkan pendampingan atau treatment khusus," jelasnya.


Dalam kesempatan itu, Dini juga membawa kabar baik terkait kuota keberangkatan haji bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo. Ia menyebut jumlah kelompok terbang (kloter) dari daerah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan musim haji sebelumnya.


Lebih lanjut, Komisi VIII DPR RI, kata Dini, akan terus mendorong diplomasi dengan Pemerintah Arab Saudi guna memperoleh tambahan kuota haji nasional. Upaya tersebut diharapkan dapat memperpendek masa tunggu keberangkatan calon jemaah yang selama ini masih cukup panjang.


"Kita fokus persiapan itu dulu. Apakah nanti kuota bertambah kita lihat ke depannya, tetapi yang pasti insyaallah kami upayakan kuotanya terus bertambah agar masa tunggu calon jemaah bisa lebih cepat," pungkasnya. (Red) 

Bagikan:

Komentar