|
Menu Close Menu

DPR RI Apresiasi Bea Cukai Bongkar Penyelundupan Narkoba oleh Pilot Asing di Bandara Soetta

Rabu, 05 Agustus 2026 | 20.03 WIB

 

Anggota Komisi XI DPR RI, Thoriq Majiddanor. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Jakarta– Keberhasilan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menggagalkan upaya penyelundupan narkotika dalam jumlah besar yang diduga dilakukan seorang pilot berkewarganegaraan Malaysia menuai apresiasi dari Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai NasDem, Thoriq Majiddanor. Menurutnya, pengungkapan tersebut menjadi bukti bahwa pengawasan di pintu masuk Indonesia berjalan profesional tanpa memandang latar belakang maupun profesi pelaku.


Dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026), Thoriq Majiddanor atau yang akrab disapa Jiddan menilai keberhasilan Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menjadi capaian penting dalam menghadapi ancaman peredaran gelap narkotika yang kini semakin terorganisasi dan menggunakan berbagai modus.


"Pengungkapan tersebut menjadi bukti bahwa sistem pengawasan kepabeanan di pintu masuk negara tetap berjalan secara profesional tanpa membedakan status maupun profesi pelaku," ujar Jiddan.


Kasus ini bermula ketika petugas Bea Cukai mendeteksi barang bawaan mencurigakan milik seorang pilot maskapai asal Malaysia yang baru tiba dari Kuala Lumpur. Hasil pemeriksaan menemukan lebih dari 70 ribu butir ekstasi dengan berat sekitar 26 kilogram, serta sejumlah narkotika jenis metamfetamin atau sabu.


Selanjutnya, pelaku diserahkan kepada penyidik Bareskrim Polri untuk menjalani proses hukum. Dari hasil pemeriksaan, pelaku juga diduga telah beberapa kali terlibat dalam praktik penyelundupan narkotika lintas negara.


Jiddan menilai keberhasilan tersebut menunjukkan profesionalisme, ketelitian, dan integritas aparat Bea Cukai dalam menjaga pintu gerbang Indonesia dari ancaman kejahatan transnasional.


"Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, khususnya Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, yang telah menunjukkan profesionalisme, ketelitian, dan integritas dalam menggagalkan penyelundupan narkotika," tegasnya.


Legislator Partai NasDem dari Daerah Pemilihan Jawa Timur X yang meliputi Gresik dan Lamongan itu juga memberikan apresiasi kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama, beserta Kepala Otoritas Bandara Soekarno-Hatta, Putu Eka Cahyadi, yang dinilai berhasil membangun sinergi dalam memperkuat sistem pengawasan di kawasan bandara.


"Keberhasilan ini membuktikan bahwa pengawasan di pintu masuk Indonesia berjalan efektif serta tidak memberikan ruang bagi siapa pun yang mencoba memanfaatkan jalur internasional untuk melakukan tindak pidana," katanya.


Menurut Jiddan, terungkapnya kasus tersebut menjadi alarm bahwa jaringan narkotika internasional terus mencari celah baru untuk menyelundupkan barang haram, termasuk dengan memanfaatkan profesi yang selama ini memperoleh fasilitas tertentu dalam operasional penerbangan.


Karena itu, ia menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara Bea Cukai, Kepolisian, dan seluruh aparat penegak hukum agar mampu mengantisipasi berbagai modus penyelundupan yang terus berkembang.


"Oleh karena itu, sinergi antara Bea Cukai, Kepolisian, serta seluruh aparat penegak hukum harus terus diperkuat. Negara harus hadir dengan pengawasan yang semakin modern, berbasis intelijen, dan didukung teknologi agar setiap potensi penyelundupan dapat dideteksi sejak dini," ujarnya.


Sebagai mitra kerja Kementerian Keuangan, Komisi XI DPR RI, lanjut Jiddan, mendukung penguatan kapasitas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, baik melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, teknologi pemeriksaan, maupun sistem pengawasan berbasis manajemen risiko.


Ia berharap keberhasilan pengungkapan kasus tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran Bea Cukai di Indonesia untuk terus meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga setiap pintu masuk negara dari ancaman penyelundupan narkotika, barang ilegal, maupun berbagai bentuk kejahatan lintas negara lainnya. (Red) 

Bagikan:

Komentar