![]() |
| Kegiatan MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning (PKMKK) Pamekasan.(Dok/Istimewa). |
Agenda ini menjadi wadah apresiasi, evaluasi, sekaligus penguatan tradisi menghafal Al-Qur’an di lingkungan madrasah.
Direktur Utama IBS Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning, Prof. Dr. KH. Achmad Muhlis, menyampaikan bahwa tasmi’ merupakan proses evaluasi yang melatih ketepatan, konsistensi, konsentrasi, serta tanggung jawab personal para santri.
"Menghafal Al-Qur’an merupakan proses mempertemukan ingatan, kesadaran, dan penghayatan. Al-Qur’an yang dihafal bukan sekadar tersimpan dalam memori, tetapi idealnya hadir dalam perilaku," ujar Prof. Achmad Muhlis.
Ketua Senat UIN Madura ini menekankan bahwa semakin bertambah hafalan santri, semakin besar pula tanggung jawab moral untuk menjaga adab, kejujuran, dan kedisiplinan.
Menurutnya, hafalan bukanlah perlombaan angka, melainkan perjalanan menjadikan nilai Al-Qur’an hidup dalam diri.
Sebanyak 30 santri putra dan putri berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan capaian hafalan yang beragam 1 juz 19 santri, 2 juz 7 santri, 3 Juz 3 santri, 5 juz 1 santri, dan 11 juz 1 santri.
Variasi capaian ini menunjukkan bahwa budaya tahfiz di MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning dibangun secara bertahap dan terukur sesuai kemampuan peserta didik.
Selain menjadi tradisi internal, I’lan Tasmi’ ini dirancang sebagai persiapan mental dan penguatan kapasitas santri dalam menghadapi ajang keagamaan maupun momen penting mendatang, seperti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Hari Santri, dan Hari Guru Nasional. (Red)


Komentar