![]() |
| Kegiatan Launching LBH dan Website PC PMII DIY di Gedung DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta.(Dok/Istimewa). |
Peluncuran yang berlangsung di Gedung DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (2/8/2026), dihadiri jajaran pengurus, kader, alumni, serta tamu undangan. Peresmian dilakukan langsung oleh Anggota DPD RI, H. Hilmy Muhammad.
Dalam sambutannya, sosok yang akrab disapa Gus Hilmy itu mengapresiasi terobosan yang dilakukan PC PMII DIY. Menurutnya, kehadiran LBH dan website resmi menjadi indikator meningkatnya kualitas organisasi dalam menjawab tantangan zaman.
"Ini menunjukkan bahwa PC PMII DIY sudah naik kelas. Kehadiran LBH dan kesiapan tata kelola digital melalui website menjadi bukti nyata kedewasaan organisasi dalam menjawab tantangan zaman," ujar Gus Hilmy.
Ketua Umum PC PMII DIY, Faisal, menegaskan peluncuran LBH dan website bukan sekadar seremoni ataupun penambahan perangkat organisasi. Menurutnya, langkah tersebut merupakan penegasan komitmen ideologis dan teologis kader PMII yang berpegang pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) serta Nilai Dasar Pergerakan (NDP).
Ia menjelaskan, keberadaan LBH merupakan ikhtiar nyata untuk memastikan PMII tetap berpihak kepada kaum mustad'afin, yakni kelompok masyarakat yang hak-haknya kerap terabaikan, mengalami ketidakadilan, dan membutuhkan pendampingan hukum yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.
"LBH hadir sebagai ikhtiar nyata untuk memastikan keberpihakan PMII kepada kaum mustad'afin—mereka yang hak-haknya kerap diabaikan, menghadapi ketidakadilan, dan membutuhkan pendampingan hukum yang berpihak pada kemanusiaan. Sementara itu, website menjadi instrumen transformasi gerakan agar PMII mampu mewujudkan tata kelola organisasi yang terbuka, modern, dan akuntabel," tegas Faisal.
Ia menambahkan, kader PMII tidak boleh berhenti hanya sebagai pengkritik, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.
"PC PMII DIY akan terus menguatkan tradisi intelektual, advokasi, dan pengabdian sebagai satu kesatuan gerakan. PMII harus hadir di tengah rakyat, berdiri bersama yang lemah, mengawal keadilan tanpa kompromi, serta memastikan nilai-nilai Islam Aswaja benar-benar hidup dalam kerja-kerja sosial, hukum, dan kemanusiaan," lanjutnya.
Direktur LBH PC PMII DIY, Abrori, menjelaskan bahwa pendirian LBH dilandasi tanggung jawab moral dan intelektual PMII sebagai organisasi kaderisasi yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama untuk tidak hanya aktif dalam ruang diskusi, tetapi juga hadir membela hak-hak masyarakat.
"LBH PC PMII DIY didirikan sebagai 'posko pengabdian' bagi masyarakat yang mencari keadilan—khususnya mahasiswa, kaum muda, dan kelompok rentan yang suara hukumnya sering terpinggirkan," ungkap Abrori.
Ia juga menyoroti masih minimnya kader PMII yang berkiprah di sektor yudikatif dan profesi hukum.
Menurutnya, PMII selama ini memiliki banyak kader yang berperan di sektor eksekutif maupun legislatif. Namun, di sektor yudikatif, seperti praktisi hukum, lingkungan peradilan hingga Mahkamah Agung, jumlah kader masih sangat terbatas.
"Kader kita di sektor eksekutif dan legislatif melimpah, tetapi di sektor yudikatif—seperti praktisi hukum yang handal, sektor pengadilan, hingga Mahkamah Agung—masih sangat kurang, bahkan hampir belum tersentuh. LBH ini hadir untuk mewadahi dan mencetak kader-kader yang fokus menjadi praktisi hukum masa depan," jelasnya.
Ke depan, LBH PC PMII DIY akan memfokuskan gerakannya pada empat program utama, yakni penguatan kajian hukum untuk membangun fondasi keilmuan kader, pendampingan hukum melalui jalur litigasi maupun nonlitigasi bekerja sama dengan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PMII, pendidikan hukum dan pelatihan paralegal guna mencetak kader yang melek hukum, serta advokasi kebijakan sebagai bentuk respons terhadap berbagai persoalan hukum dan kebijakan publik di tingkat DIY maupun nasional.
Melalui peluncuran LBH dan website resmi tersebut, PC PMII DIY optimistis dapat memperluas jangkauan pengabdian kepada masyarakat sekaligus mempertegas posisinya sebagai organisasi kaderisasi yang adaptif, solutif, dan konsisten memperjuangkan keadilan sosial. (Red)


Komentar