![]() |
| Kegiatan Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 di GOR Abdur Rosyad, Kota Bekasi.(Dok/Istimewa). |
Apresiasi tersebut disampaikan Erick saat membuka Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 di GOR Abdur Rosyad, Kota Bekasi, Rabu (5/8/2026).
"Saya apresiasi bagaimana Ketua Umum PBMI Pak LaNyalla lihai melihat bagaimana pembangunan grassroots dari bawah," ujar Erick.
Ia menilai pengembangan Muay Aerobik menjadi salah satu inovasi yang membuat olahraga Muaythai semakin mudah diterima masyarakat, termasuk anak-anak dan generasi muda.
"Menjadikan olahraga ini menjadi olahraga yang populer karena mudah diterima dengan ada tadi Muay Aerobik. Ini luar biasa," katanya.
Erick juga mengapresiasi tingginya partisipasi atlet dalam IMC 2026. Menurutnya, semakin luasnya basis atlet menjadi modal penting dalam mencetak regenerasi sekaligus meningkatkan prestasi Muaythai Indonesia di masa mendatang.
Ia berharap pembinaan yang dilakukan PBMI dapat bermuara pada pencapaian yang lebih tinggi, termasuk pada Pekan Olahraga Nasional (PON) dan SEA Games 2027 di Malaysia.
"Kalau kemarin Muaythai bisa mendapatkan perak, mungkin nanti di Malaysia dengan komitmen semua bisa dapat emas," ujarnya.
Menpora juga mengajak pemerintah pusat, pemerintah daerah, KONI, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), hingga seluruh organisasi olahraga untuk bersama-sama membangun Muaythai nasional.
Menurutnya, kemajuan olahraga tidak dapat dicapai apabila setiap elemen berjalan sendiri-sendiri.
"Olahraga adalah salah satu alat pembangunan karakter bangsa dan membuat generasi muda kita terus bisa menjadi yang terbaik, tidak hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PBMI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengatakan IMC 2026 menjadi momen bersejarah karena mencatat rekor baru dalam penyelenggaraan Kejuaraan Nasional Muaythai Indonesia.
Sebanyak 514 peserta ambil bagian dalam kejuaraan tersebut, terdiri dari 460 atlet kategori Fight dan 54 atlet kategori Seni. Jumlah tersebut menjadi yang terbesar sepanjang sejarah Muaythai Indonesia sekaligus menunjukkan semakin luasnya pembinaan atlet di berbagai daerah.
"Kejuaraan Nasional kali ini memiliki makna yang sangat spesial. Karena untuk pertama kalinya, Kejurnas Muaythai diikuti oleh lebih dari 500 peserta. Tepatnya 514 peserta. Dalam sejarah Muaythai Indonesia, ini adalah rekor," ujar LaNyalla.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran PBMI, Pengurus Provinsi, pelatih, wasit, juri, atlet, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah berkontribusi dalam pengembangan Muaythai Indonesia.
"Terima kasih kepada para Pengurus Provinsi yang telah mengirimkan atletnya," katanya.
LaNyalla menegaskan IMC 2026 bukan sekadar ajang pertandingan. Sebelum kejuaraan berlangsung, PBMI telah menggelar sertifikasi bagi wasit, juri, dan pelatih selama tiga hari dengan menghadirkan empat instruktur dari International Federation of Muaythai Associations (IFMA).
Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Muaythai Indonesia agar memiliki standar internasional.
"Oleh karena itu, kejuaraan hari ini adalah panggung implementasi. Inilah saatnya kita membuktikan bahwa ilmu, teori, dan standar internasional yang telah diserap selama tiga hari kemarin oleh para wasit dan juri kita benar-benar diterapkan di atas ring," ujarnya.
LaNyalla juga mengajak para atlet memanfaatkan IMC sebagai ajang pembentukan karakter sekaligus regenerasi atlet nasional.
Kepada atlet kategori Amatir, ia meminta agar tampil maksimal karena kejuaraan tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membuka peluang masuk tim nasional.
"Bagi para atlet Amatir, ini adalah kawah candradimuka kalian. Tunjukkan bakat terbaik kalian, karena dari sinilah PBMI akan memantau bibit-bibit muda potensial untuk regenerasi tim nasional di masa depan," katanya.
Sementara bagi atlet Elite, LaNyalla berharap mereka dapat menjadi teladan bagi generasi berikutnya.
"Jadilah inspirasi bagi adik-adik kalian di kelas Amatir. Bahwa dengan disiplin dan kerja keras, kalian bisa mencapai puncak prestasi," pesannya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding.
"Bertarunglah dengan gagah berani bak ksatria. Raihlah kemenangan dengan kehormatan, dan terimalah kekalahan dengan kebesaran jiwa," tegasnya.
Lebih dari sekadar Kejuaraan Nasional, IMC 2026 menjadi bukti semakin kuatnya fondasi pembinaan Muaythai Indonesia. Rekor 514 peserta, pembinaan atlet di berbagai jenjang, sertifikasi berstandar internasional bagi perangkat pertandingan dan pelatih, serta pengembangan olahraga hingga tingkat grassroots menjadi indikator bahwa Muaythai Indonesia terus bergerak menuju prestasi yang lebih tinggi.
Pembukaan IMC 2026 turut dihadiri perwakilan KONI Pusat, KOI, KONI Jawa Barat, Forkopimda Jawa Barat dan Kota Bekasi, serta sejumlah Ketua Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia.(Red)


Komentar