![]() |
| Peletakan baru pertama program bedah rumah di Kecamatan Ambunten, Sumenep.(Dok/Istimewa). |
Program tersebut diberikan kepada Sumarto, warga Dusun Lebak, Desa Beluk Raja, Kecamatan Ambunten. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp20 juta sebagai bentuk sinergi dan kepedulian berbagai lembaga dalam menghadirkan hunian yang layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, KH Abdul Wasid, M.Pd., mengatakan program bedah rumah merupakan bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat benar-benar kembali dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
"Program ini merupakan kegiatan nyata dari hasil sumbangan dana umat yang kemudian dikembalikan lagi kepada umat yang membutuhkan. Dengan demikian, dampak dan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Kami berharap semangat berbagi dan gotong royong ini terus tumbuh sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu," ujar KH Abdul Wasid, Senin (3/8/2026).
Ia menegaskan, kolaborasi antara Kementerian Agama, Baznas, dan berbagai lembaga amil zakat menjadi wujud komitmen bersama dalam mengoptimalkan pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi kepentingan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Ketua PC Lazisnu Kabupaten Sumenep, Abu Sofyan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan program bedah rumah tersebut.
"Kami atas nama Pengurus Lazisnu Sumenep mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersusah payah membantu dan bekerja sama dengan kami, khususnya Kementerian Agama dan Baznas Kabupaten Sumenep," ungkapnya.
Abu Sofyan menambahkan, program bedah rumah tersebut tidak akan terlaksana tanpa dukungan penuh dari Kementerian Agama dan Baznas Kabupaten Sumenep.
Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi kunci keberhasilan dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui program bedah rumah ini, diharapkan dapat meringankan beban keluarga Sumarto sekaligus meningkatkan kualitas hidupnya. Di sisi lain, kegiatan tersebut menjadi simbol kuatnya solidaritas sosial dan kepedulian antarsesama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sumenep. (Yud)


Komentar