|
Menu Close Menu

9 Pendaki Masuk Jalur Ilegal Batu Tulis, 1 Alami Hipotermia

Rabu, 30 September 2026 | 12.55 WIB

Para pendaki kawan Puncak Batu Tulis, Kabupaten Malang.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Malang– Sebanyak sembilan pendaki nekat memasuki kawasan Puncak Batu Tulis, Dusun Precet, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, melalui jalur ilegal yang saat ini masih ditutup akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Petaka terjadi pada Selasa (29/9/2026). Salah seorang pendaki bernama David mengalami hipotermia dan kelelahan saat berada di Pos 4 Puncak Batu Tulis sehingga membutuhkan pertolongan dan evakuasi.


Informasi tersebut diterima Posko Siaga Mandiri Karhutla Merkusi sekitar pukul 13.45 WIB. Mendapat laporan tersebut, Polsek Wagir bergerak cepat menuju Posko Siaga Mandiri Merkusi di Dusun Precet untuk melakukan pengecekan sekaligus berkoordinasi dengan tim gabungan.


Kapolsek Wagir AKP Sigit Kurniawan, S.H., memimpin langsung respons tersebut bersama Wakapolsek Ipda Heru Wahono, S.H., serta sejumlah personel.


Sekitar pukul 14.25 WIB, petugas tiba di Posko Siaga Mandiri Merkusi. Koordinasi kemudian dilakukan bersama tim medis Puskesmas Wagir, unsur Kecamatan Wagir, Perhutani, Polhut, relawan serta petugas posko.


Dari hasil koordinasi diketahui, sembilan pendaki tersebut masuk melalui jalur Kenongo, Desa Sumbersuko, yang bukan merupakan jalur pendakian resmi.


Mereka diketahui mulai melakukan pendakian pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 07.00 WIB dan kemudian menginap di Pos 4 Puncak Batu Tulis.


Kesembilan pendaki tersebut yakni Puji, Yuli, Kusnan, David, Arijan, Gito, Lasenan, Hari dan Solekan. David merupakan pendaki yang dilaporkan mengalami hipotermia.


Pada Selasa sekitar pukul 13.00 WIB, kondisi David mulai membutuhkan pertolongan. Sekitar pukul 13.15 WIB, tujuh pendaki turun dari Pos 4 untuk mencari bantuan. Sementara David bersama seorang rekannya masih menunggu pertolongan di Pos 4.


Tim Relawan Posko Siaga Mandiri Merkusi kemudian bergerak melakukan upaya evakuasi. Sebanyak empat relawan yang dipimpin Iwan Bodrex naik menuju Pos 4 Puncak Batu Tulis untuk menjemput pendaki yang mengalami kondisi tersebut.


Hingga sekitar pukul 15.00 WIB, tim gabungan dari Polsek Wagir, Kecamatan Wagir, Perhutani dan relawan masih bersiaga sembari menunggu perkembangan proses evakuasi.


Kapolsek Wagir AKP Sigit Kurniawan mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait akan terus melakukan koordinasi untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman.


Selain itu, petugas juga melakukan pendataan terhadap sembilan pendaki, termasuk identitas, jalur keberangkatan, serta menghubungi pihak keluarga.


"Kami juga melakukan koordinasi dengan Muspika Wagir, tenaga medis Puskesmas Wagir, Perhutani, Tim SAR dan relawan untuk membantu proses evakuasi," demikian keterangan Kapolsek Wagir AKP Sigit Kurniawan.


Pihak kepolisian juga kembali mengingatkan masyarakat dan pendaki agar tidak memasuki kawasan Puncak Batu Tulis melalui jalur tidak resmi.


Pasalnya, kawasan pendakian Puncak Batu Tulis di Dusun Precet, Desa Sumbersuko, telah ditutup sejak 4 September 2026 akibat kondisi karhutla. Penutupan tersebut masih berlaku hingga adanya petunjuk lebih lanjut dari pihak berwenang.


Petugas juga akan melakukan sosialisasi larangan pendakian, baik secara langsung maupun melalui media dan pemasangan banner, untuk mencegah kejadian serupa terulang.


Situasi di lokasi hingga laporan tersebut dibuat masih dalam kondisi aman dan terkendali, sementara proses penanganan dan evakuasi terus dikoordinasikan oleh tim gabungan. (Den) 

Bagikan:

Komentar