|
Menu Close Menu

Kopdar Lovebird Mutasi Sumenep, Bahas Perkembangan Genetik hingga Pasar Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 17.20 WIB

Kegiatan Kopdar Lovebird Mutasi di Kabupaten Sumenep.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Sumenep – Dunia lovebird di Indonesia terus berkembang. Bukan hanya dari bertambahnya penghobi dan breeder, tetapi juga dari munculnya berbagai mutasi dengan warna, pola, dan karakter yang semakin beragam.


Perkembangan itu menjadi salah satu latar belakang digelarnya Kopdar Lovebird Mutasi di Kabupaten Sumenep, Minggu (27/9/2026).


Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi para pecinta lovebird untuk berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus berbagi pengetahuan tentang perkembangan mutasi lovebird masa kini.


Kopdar yang diselenggarakan KLSB (Komunitas Lovebird Sumenep Bersatu) bersama ALI Chapter Sumenep (Asosiasi Lovebird Indonesia Cabang Sumenep) itu berlangsung di area Taman Adipura Kabupaten Sumenep.


Kegiatan ini tidak sekadar menjadi tempat berkumpul para penghobi. Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai berbagai jenis mutasi lovebird, mulai dari ciri visual hingga proses breeding yang menghasilkan kombinasi tertentu.


Bagi masyarakat umum, lovebird mungkin lebih dikenal karena keindahan warna bulunya. Namun, bagi breeder dan penghobi yang mendalami mutasi, setiap warna dan pola memiliki proses genetik yang menarik untuk dipelajari.


Pakar Senior Lovebird, Bambang Suwito, mengatakan kopdar tersebut menjadi ruang untuk saling bertukar pengetahuan mengenai berbagai mutasi yang berkembang.


"Para peserta dapat saling bertukar pengetahuan mengenai berbagai mutasi yang berkembang, mengenali ciri-ciri visualnya, serta mendiskusikan hasil breeding dan kombinasi mutasi yang telah dihasilkan," ujar Bambang.


Menurut dia, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi bagi pengunjung Taman Adipura Kabupaten Sumenep yang ingin mengetahui lebih jauh tentang lovebird mutasi.


Edukasi tersebut dinilai penting karena semakin banyak jenis dan kombinasi mutasi lovebird yang berkembang di kalangan penghobi.


Dengan pemahaman yang lebih baik, penghobi diharapkan tidak hanya melihat keindahan fisik burung, tetapi juga memahami asal-usul mutasi, karakter genetik, serta proses breeding yang menghasilkan penampilan tertentu.


Perkembangan breeding lovebird di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir juga menunjukkan kreativitas para breeder lokal dalam menghasilkan berbagai kombinasi mutasi.


Sejumlah mutasi baru yang berkembang di Indonesia, seperti Yellow Face, Aqua, Cinnamon, Pallid, dan lainnya, disebut menjadi bagian dari perkembangan dunia lovebird mutasi di Tanah Air.


Bambang menyebut, perkembangan tersebut juga berkaitan dengan semakin luasnya jaringan lovebird Indonesia ke luar negeri.


"Negara Indonesia saat ini telah menjadi negara pengekspor burung lovebird mutasi baru ke berbagai negara, seperti Eropa, Timur Tengah, bahkan Asia Tenggara," katanya.


Aktivitas perdagangan dan pengiriman lovebird dari Indonesia disebut telah menjangkau sejumlah penghobi di kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah. Hubungan perdagangan dengan komunitas lovebird di negara lain juga terus berkembang.


Kondisi tersebut membuka peluang bagi lovebird hasil breeding Indonesia untuk semakin dikenal di pasar internasional.


Lovebird tidak hanya dipandang sebagai burung hias, tetapi juga sebagai hasil breeding yang membawa nama breeder dan komunitas Indonesia ke berbagai negara.


Ketua ALI, Very Junianto, mengatakan kopdar menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan silaturahmi antarpenghobi serta breeder.


Menurutnya, pertemuan seperti ini juga dapat menjadi sarana berbagi pengalaman breeding, memperkenalkan mutasi baru, menyamakan pemahaman, sekaligus membuka wawasan generasi muda yang mulai tertarik menekuni dunia lovebird mutasi.


"Pertemuan seperti ini juga dapat menjadi sarana untuk menyamakan pemahaman, berbagi pengalaman breeding, memperkenalkan mutasi baru, sekaligus membuka wawasan generasi muda yang mulai tertarik menekuni dunia lovebird mutasi," ujar Very.


Perjalanan perlovebirdan Indonesia masih panjang. Namun, perkembangan ilmu breeding, munculnya berbagai mutasi baru, serta semakin luasnya jaringan penghobi hingga mancanegara membuka peluang lebih besar bagi lovebird hasil karya breeder Indonesia untuk dikenal di dunia.


Dari Sumenep, semangat itu kembali dibangun melalui kegiatan sederhana yang mempertemukan penghobi dan breeder: mengenal mutasi, berbagi ilmu, mengembangkan breeding, dan membawa nama lovebird Indonesia semakin dikenal secara global. (Red) 

Bagikan:

Komentar