![]() |
| Mesi saat berada di Bekam Tichi.(Dok/Mesi). |
Mesi yang tinggal di Jl. Sumber Sari No. 19, Kamal, awalnya hanya melakukan bekam untuk anggota keluarganya. Banyaknya permintaan kemudian membuatnya membuka layanan untuk masyarakat.
“Berawal dari merawat keluarga yang sakit, saya jadi makin sadar pentingnya kesehatan dan besarnya manfaat yang dirasakan dari bekam secara rutin,” kata Mesi, Selasa (22/09/2026).
Layanan Bekam Tichi juga mulai diminati kalangan anak muda. Menurut Mesi, sebagian pelanggan muda datang dengan keluhan seperti pegal dan sakit kepala setelah menjalani aktivitas yang padat.
“Banyak anak-anak muda yang istilahnya ‘remaja jompo’ sering pegal, sakit kepala karena padatnya kegiatan,” ujarnya.
Bekam Tichi menyediakan layanan bekam kering dan bekam basah. Selain itu, tersedia pijat guasha wajah serta pemeriksaan darah untuk gula darah, kolesterol, dan asam urat.
Pelanggan dapat datang langsung ke rumah terapi Bekam Tichi atau menggunakan layanan home service. Tarif bekam dimulai dari Rp50 ribu, sedangkan pijat guasha dibanderol mulai Rp20 ribu.
Konsep khusus wanita menjadi salah satu ciri yang ditawarkan Bekam Tichi. Mesi mengatakan privasi dan keamanan aurat pelanggan menjadi perhatian selama proses pelayanan.
“Yang membedakan Bekam Tichi adalah konsep layanan kami yang khusus dihadirkan untuk wanita,” tuturnya.
Mesi juga mengatakan titik bekam disesuaikan dengan area keluhan pelanggan. Pelayanan dilakukan dengan sistem reservasi sehingga jadwal terapi dapat disesuaikan dengan waktu pelanggan.
Sebelumnya, pelanggan Bekam Tichi lebih banyak berasal dari kalangan ibu rumah tangga. Seiring berjalan waktu, mahasiswi dan pekerja juga mulai menjadi pelanggan.
Jumlah pelanggan setiap harinya tidak menentu karena layanan menggunakan sistem reservasi. Namun, Mesi menyebut pelanggan datang secara rutin setiap minggu, baik pelanggan lama maupun yang baru mencoba.
Untuk menjaga kebersihan, Bekam Tichi menggunakan jarum sekali pakai. Peralatan juga dibersihkan menggunakan cairan antiseptik medis dan disterilkan menggunakan sterilizer UV.
Bekam Tichi kini dijalankan Mesi sebagai usaha sampingan. Pendapatan dari usaha tersebut turut membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dalam menjalankan usaha, Mesi menghadapi tantangan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat yang belum pernah mencoba bekam. Ia juga harus membagi waktu antara melayani pelanggan dan aktivitas lainnya.
Promosi Bekam Tichi dilakukan melalui WhatsApp dan TikTok dengan akun @tichibekam. Sementara itu, Mesi saat ini masih dalam proses mengurus perizinan resmi dari Dinas Kesehatan.
Ke depan, Mesi berharap proses perizinan tersebut dapat segera selesai. Ia juga ingin Bekam Tichi semakin dikenal dan terus berkembang. (rif)


Komentar