![]() |
| Pertemuan para tokoh di Sodus Surabaya.(Dok/Istimewa). |
Oleh: Firman Syah Ali
Lensajatim.id, Opini- Siang ini saya dan beberapa tokoh aktivis Jawa Timur (Jatim) melakukan aktivitas Ngolah Pikir (Ngopi) di Resto Soto Kudus (Sodus) Kedai Taman Gayungsari Surabaya. Kedai Sodus yang terletak di dekat Kantor KAHMI Jatim ini merupakan kedai langganan HR Sudarsono Rahman (Cak Dar), bahkan Cak Dar sampai dijuluki Sunan Sodus. Selain dijuluki sebagai Sunan Sodus, beliau juga dijuluki sebagai Rois Aam IPNU.
Awalnya kami membahas perkembangan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pasca Muktamar, kemudian obrolan sehat tersebut mengarah pada Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) 2029.
Diantara tokoh aktivis yang ikut kegiatan ngopi adalah HR Sudarsono Rahman (Cak Dar), HR Mas'ud Adnan (Cak Ud), Nonot Sukrasmono (Cak Not), Bustomi Menggugat (Cak Tomi), Sefta Rudianto (Cak Septa) dan lain-lainnya.
Tentang perkembangan PBNU, kami berharap personalia PBNU yang akan dibentuk oleh Tim Formatur berisi kader-kader terbaik yang jelas latar belakang ke-NU-annya, berintegritas dan memiliki kapasitas untuk menginfaqkan segala potensinya kepada NU.
Kami berharap tidak ada lagi nama-nama yang membuat publik NU bertanya-tanya tentang siapa dia, kok namanya ada dalam kepengurusan dan orangnya tidak pernah muncul.
Selain itu, kami membahas Pilkada Jatim 2029. Mengingat Jatim adalah bumi NU, maka wajar jika kami bercita-cita Gubernur Jatim mendatang diamanahkan kepada kader terbaik NU.
Beberapa nama sempat kami bahas, baik yang saat ini sedang menjadi Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah, pejabat pusat, DPR RI, DPD RI, DPRD Jatim, Birokrat, LSM maupun tokoh media.
Bahkan kami mencetuskan ide Konvensi Hijau, yaitu kegiatan penjaringan Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Jatim dari kader-kader NU. Konsepnya sangat matang. Namun ketika pembicaraan mengarah pada biaya kegiatan, kamipun saling pandang, sementara asap rokok tetap mengepul, dan warna kopi tetap hitam pekat. Ya begitulah aktivis, semua ide akan terberntur masalah biaya haha
*) Penulis adalah Pengurus Pusat Majelis Alumni IPNU


Komentar