|
Menu Close Menu

Belum Dapat Kerja Usai Wisuda, Intan Gunakan Uang Tabungan untuk Bangun Usaha Wonton

Rabu, 30 September 2026 | 20.58 WIB

Intan lagi menyiapkan pesanan.(Dok/Intan)

Lensajatim.id, Bangkalan– Belum mendapat pekerjaan setelah menyelesaikan kuliah tidak membuat Intan (25) hanya menunggu. Lulusan perguruan tinggi tersebut memilih menggunakan tabungan pribadinya untuk membangun usaha wonton di Kamal, Kabupaten Bangkalan, sambil tetap berusaha mencari peluang untuk mengembangkan diri.

Intan mulai menjalankan usaha yang diberi nama Kedai Sukha pada Agustus 2026. Keputusan membuka usaha muncul karena dirinya belum mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah. Daripada hanya menunggu, ia memilih memanfaatkan waktu dengan mencoba membangun usaha sendiri.


“Karena tuntutan ekonomi dan juga tidak mau buang-buang waktu buat nunggu, jadi sambil nunggu sambil mulai coba buka usaha sendiri,” ujar intan, Rabu 30/9/2026.


Sebelum memulai usaha, Intan mengaku sempat merasa khawatir usahanya tidak sesuai harapan, tidak mendapat pembeli hingga mengalami kerugian. Namun, kekhawatiran tersebut tidak membuatnya mengurungkan niat. Ia kemudian menggunakan tabungan pribadi sebagai modal awal agar dapat menjalankan usaha dengan lebih tenang.


“Yang buat takut mungkin karena takut nggak sesuai ekspektasi, takut nggak ada yang beli, takut rugi. Tapi memberanikan diri buat mulai aja dulu dan aku pakai modal dari tabungan dingin ku sendiri,” katanya.


Dukungan keluarga juga menjadi bagian penting dalam perjalanan usaha tersebut. Keluarga Intan turut membantu mempromosikan usaha kepada orang-orang terdekat, membantu berbelanja bahan hingga ikut membantu proses produksi tanpa harus diminta.


Intan memilih wonton karena melihat peluang di Kamal yang dinilai belum banyak memiliki penjual produk serupa. Saat ini, ia menawarkan tiga menu, yaitu wonton chili oil, wonton seblak, dan wonton vulcano.


Dua menu yang menurut Intan cukup berbeda adalah wonton kuah seblak dan wonton saus vulcano. Ia menilai kedua menu tersebut masih jarang ditemukan di wilayah Kamal.


Usaha yang masih terbilang baru tersebut dijalankan dari rumah mulai pukul 14.00 hingga 22.00 WIB. Karena baru berjalan sekitar satu bulan, penjualan masih belum banyak dan dalam sehari paling banyak sekitar enam porsi.


Untuk memperkenalkan usahanya, Intan memanfaatkan WhatsApp, grup jual beli serta bantuan kurir di wilayah Kamal. Ia juga berencana memanfaatkan media sosial dan influencer lokal untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.


Tantangan lain yang dihadapi adalah harga bahan pokok yang sering mengalami perubahan. Di sisi lain, Intan berusaha mempertahankan harga jual agar tetap dapat diterima pelanggan. Salah satu caranya dengan mencari pemasok bahan dengan harga yang lebih terjangkau.


Selain membangun usaha, Intan mengaku menjalankan bisnis juga menjadi pengalaman baru baginya dalam mengambil keputusan. Meski sebenarnya sudah beberapa kali berjualan sejak SMP, usaha kali ini dijalankan dengan lebih serius.


“Pelajaran paling berharga mungkin belajar buat berani ambil keputusan secara cepat dan tepat,” ungkapnya.


Nama Kedai Sukha sendiri dipilih bukan tanpa alasan. Intan ingin nama tersebut menjadi doa bagi usahanya. Ia memilih kata “Sukha” yang menurutnya memiliki makna kesejahteraan, kebahagiaan, dan kenyamanan.


Ia berharap usaha yang baru dirintis tersebut dapat terus bertahan dan berkembang. Baginya, membangun bisnis merupakan salah satu cara untuk menjalani kehidupan secara mandiri tanpa harus terburu-buru mengejar pembuktian kepada orang lain.


“Semoga Kedai Sukha bisa terus bertahan dan bertumbuh dan semakin banyak orang yang suka sama wontonku,” pungkasnya. (Tik) 

Bagikan:

Komentar