![]() |
| Mohammad Siyam, Driver Ojek Mahasiswa.(Dok/Istimewa). |
Hal itu dirasakan Mohammad Siyam (23), mahasiswa Hukum Bisnis Syariah semester 9 asal Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan. Ia mulai menjadi driver ojek mahasiswa sejak semester 6.
Dalam sehari, Siyam dapat menerima sekitar 13 hingga 25 orderan dengan berbagai jenis layanan. Mulai dari mengantar-jemput mahasiswa hingga mengantarkan makanan.
Penghasilan yang diperoleh pun tidak selalu sama. Menurut Siyam, pendapatannya bergantung pada jumlah orderan yang masuk, aktivitas dalam grup, hingga kondisi perkuliahan. Ketika kampus memasuki masa libur panjang, jumlah orderan biasanya ikut mengalami penurunan.
“Orderan kisaran 13 sampai 25 dengan berbagai jenis, seperti ojek ke kampus dan makanan. Penghasilan tidak tentu, kadang bisa di atas Rp100 ribu, kadang juga turun,” ujar Siyam, Jumat (25/9/2026).
Namun, pengalaman yang diperoleh selama menjadi driver tidak hanya berkaitan dengan penghasilan. Siyam mengaku beberapa kali bertemu pelanggan dengan cerita yang cukup berkesan.
Salah satunya ketika ia mendapatkan pelanggan yang sedang membutuhkan obat, tetapi tidak memiliki uang. Siyam kemudian membantu membelikan obat tersebut.
Ia juga kerap menjadi pendengar bagi pelanggan yang ingin bercerita mengenai perkuliahan maupun persoalan keluarga selama perjalanan.
Pengalaman lain yang membekas terjadi ketika Siyam mendapat order menuju Stasiun Pasar Turi. Saat itu, ia bertemu seorang pelanggan penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan pada tangannya.
Dalam percakapan selama perjalanan, Siyam sempat bertanya bagaimana pelanggan tersebut mengikuti kegiatan perkuliahan dan praktikum. Pelanggan itu kemudian bercerita bahwa dirinya tetap menulis menggunakan tangan yang dimiliki dan menjalani aktivitas kuliah secara mandiri.
“Yang paling berkesan pas ke Pasar Turi. Orangnya disabilitas, tangannya tidak tumbuh normal. Saya sempat bertanya kalau kuliah dan praktikum bagaimana menulisnya. Dia jawab, ‘Saya tulis pakai tangan ini,’” tutur Siyam.
Cerita tersebut membuat Siyam semakin memahami bahwa pekerjaannya memberikan kesempatan untuk bertemu dengan banyak orang sekaligus melihat berbagai pengalaman hidup dari dekat.
Selain cerita pelanggan, ia juga menemukan sejumlah permintaan yang menurutnya cukup unik.
Salah satunya pelanggan yang memesan es teh dari sebuah warmindo, meskipun lokasi kos pelanggan berada tepat di seberang tempat tersebut. Ia juga pernah menerima pesanan untuk membantu mengusir tikus di sebuah kos.
Bagi Siyam, salah satu bagian menyenangkan dari menjadi driver adalah ketika bertemu pelanggan yang komunikatif dan bisa diajak berbincang selama perjalanan. Ia juga beberapa kali mendapatkan tambahan uang dari pelanggan setelah menyelesaikan orderan.
Meski demikian, pekerjaan tersebut tetap memiliki tantangan. Salah satu yang sering dialaminya adalah kesulitan menemukan lokasi pelanggan, terutama ketika alamat berada di dalam gang dan titik lokasi yang diberikan kurang sesuai.
“Sering kali lokasi customer, terutama di bagian gang, tidak sesuai tempat. Jadi muter-muter. Cara mengatasinya biasanya saya minta lokasi terkini supaya lebih detail,” jelasnya.
Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa semester akhir, Siyam juga harus membagi waktu dengan pengerjaan skripsi. Ia biasanya menjadi driver pada pagi hari, kemudian berhenti sementara untuk mengerjakan skripsi pada siang hari, sebelum kembali menerima order pada sore hingga malam.
Menurut Siyam, menjadi driver ojek mahasiswa juga memberinya pelajaran tentang tanggung jawab dan kejujuran. Ia kerap menerima berbagai macam order, termasuk mengantarkan barang atau anak kecil, sehingga kepercayaan pelanggan menjadi hal yang harus dijaga.
“Selain bisa menambah teman, pekerjaan ini bagus dan melatih kejujuran saya. Kadang ada order mengambil uang, mengantar anak kecil, dan lain-lain,” ungkapnya.
Ke depan, Siyam masih ingin melanjutkan pendidikan dan mengejar cita-citanya di bidang kehakiman.
Sementara pengalaman sebagai driver ojek mahasiswa menjadi salah satu bagian dari perjalanan kuliahnya. Dari satu order ke order berikutnya, Siyam tidak hanya mendapatkan penghasilan tambahan, tetapi juga bertemu dengan banyak orang, mendengar beragam cerita, serta belajar tentang tanggung jawab, kejujuran, dan kehidupan. (Tik)


Komentar