![]() |
| Prosesi Pelantikan PC Fatayat NU Babat.(Dok/Istimewa). |
Prosesi Pelantikan PC Fatayat NU Babat tersebut berlangsung di Aula Ar-Roudhoh MWCNU Maduran, Lamongan, Ahad (27/9/2026). Suasana berlangsung meriah dengan lantunan shalawat, yel-yel Fatayat, serta semangat ratusan kader perempuan muda NU.
Ketua PC Fatayat NU Babat demisioner, Hj. Uswatun Hasanah, M.Pd., menyerahkan map berisi dokumen amanah dan bendera pataka organisasi kepada ketua terpilih, Sahabat Hj. Umi Nur Faridah, S.Pd.
Penyerahan tersebut menjadi simbol estafet perjuangan dan regenerasi kepemimpinan Fatayat NU Babat.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimda, Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara, S.T., B.Eng., M.Sc., Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur Sahabat Siti Maulidah, M.Pd., jajaran MWCNU Maduran dan Babat, Banom NU, serta ratusan kader dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Cabang Babat.
Jaga Marwah Jas Hijau
Dalam pidato perdananya, Umi Nur Faridah menegaskan bahwa kepemimpinan di Fatayat bukan soal kekuasaan, melainkan tanggung jawab dan amanah.
Ia mengingatkan seluruh kader untuk menjaga marwah organisasi. Menurutnya, jas hijau yang dikenakan kader bukan sekadar seragam, tetapi identitas dan simbol perjuangan perempuan NU.
"Saat kita sudah memakai jas hijau kebanggaan kita, maka kita tidak lagi membawa nama pribadi, melainkan mengemban nama besar Fatayat. Kita membawa nama ulama, membawa nama NU. Maka jaga marwah organisasi tetap santun, guyub rukun, dan solutif serta penuhilah amanah ini dengan sepenuh jiwa," tegas Umi.
Pesan tersebut dinilai penting di tengah perkembangan media sosial yang membuat perbedaan pendapat dan gesekan mudah menjadi konsumsi publik.
Karena itu, ia mendorong kader Fatayat tetap menjadi teladan dengan menjaga kesantunan dalam bertutur, membangun keguyuban, serta menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat.
Guyub, Kompak, Tuntas
Dalam menjalankan roda organisasi, Umi memperkenalkan tiga fondasi yang disebut Kunci G-K-T, yakni Guyub, Kompak, dan Tuntas.
Guyub menjadi fondasi pertama. Ia meminta seluruh kader saling merangkul dan menyapa, baik antara PC dengan PAC maupun senior dengan junior. Menurutnya, tidak boleh ada kasta dalam berkhidmat.
Kunci kedua adalah Kompak. Keguyuban harus dilanjutkan dengan kekompakan dalam menjalankan program. Seluruh kader diharapkan bergerak bersama dengan satu tujuan dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Sedangkan kunci ketiga adalah Tuntas. Setiap program yang telah dicanangkan harus diselesaikan hingga ke akar rumput dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Guyub, Kompak, Tuntas. Jika tiga ini kita pegang, InsyaAllah Fatayat Babat akan menjadi organisasi yang solid, bukan hanya besar di struktur, tapi besar manfaatnya," tambahnya.
Empat Pilar Program 2026-2031
Semangat tersebut kemudian diterjemahkan Umi melalui empat pilar program strategis untuk masa khidmat 2026-2031.
Pilar pertama adalah Penguatan Kaderisasi dan Tertib Organisasi. Kaderisasi disebut sebagai jantung organisasi. Karena itu, penertiban administrasi, database kader, serta jenjang kaderisasi formal menjadi prioritas.
Pilar kedua adalah Pemberdayaan Ekonomi. Fatayat didorong tidak hanya mengandalkan proposal dan bantuan, tetapi membangun kemandirian finansial melalui pelatihan UMKM, koperasi Fatayat, dan pemanfaatan produk lokal.
Pilar ketiga adalah Dakwah Digital dan Sosio Lingkungan. Fatayat akan didorong hadir di ruang digital seperti TikTok, Instagram, dan media sosial lainnya melalui konten yang mencerahkan, moderat, dan ramah.
Selain itu, kepekaan sosial dan lingkungan juga menjadi perhatian, termasuk pendampingan korban kekerasan, isu stunting, dan kebersihan lingkungan.
Pilar keempat adalah Fokus Kesehatan Keluarga. Program ini diarahkan pada edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan stunting, serta penguatan posyandu.
Umi menilai ketahanan bangsa berawal dari ketahanan keluarga, sedangkan ketahanan keluarga dimulai dari ibu yang sehat.
Pemkab Lamongan Siap Bersinergi
Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara menyambut baik kepemimpinan baru PC Fatayat NU Babat.
Menurutnya, Fatayat NU merupakan mitra strategis pemerintah dalam menopang berbagai program di sektor sosial, pendidikan, dan pemberdayaan keluarga.
"Fatayat NU adalah motor penggerak perempuan muda yang sangat strategis dalam menopang program pemerintah di sektor sosial, pendidikan, serta pemberdayaan keluarga. Mari kita jalin sinergi yang lebih erat untuk lima tahun ke depan. Pemerintah Kabupaten Lamongan membuka pintu selebar-lebarnya untuk kolaborasi," ujar Dirham.
Sementara itu, Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur, Sahabat Siti Maulidah, M.Pd., menekankan pentingnya akuntabilitas dan transparansi organisasi.
Ia juga meminta kader mengamalkan Sittah Himmah PW Fatayat NU Jatim sebagai kompas gerakan.
Maulidah mendorong kader Fatayat tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi mampu menjadi produsen pengetahuan di ruang digital.
"Kader Fatayat harus mampu berdiri sebagai produsen pengetahuan, bukan sekadar penikmat dan pengonsumsi media sosial. Tulis, buat video edukasi, isi ruang digital dengan narasi-narasi ke-NU-an yang damai. Optimalkan pula program Desa Sahabat Perempuan dan Anak sebagai benteng perlindungan perempuan dan anak di desa," cetusnya.
Berharap Lahir Khairunnisa
Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak pagi tersebut ditutup dengan doa yang dipimpin jajaran Syuriyah MWCNU.
Umi Nur Faridah kemudian menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru Fatayat NU Babat mampu melahirkan kader perempuan yang berdaya dan memberi manfaat luas.
"Semoga dari rahim perjuangan di Fatayat ini, kita semua mampu menjelma menjadi khairunnisa perempuan-perempuan terbaik yang berdaya, kaya manfaat, dan membawa maslahat seluas-luasnya bagi segenap umat. Bukan untuk nama kita, tapi untuk NU, untuk bangsa," pungkasnya.
Dari Aula Ar-Roudhoh Maduran, estafet kepemimpinan PC Fatayat NU Babat resmi berpindah. Umi Nur Faridah bersama jajaran pengurus kini mengemban amanah untuk lima tahun ke depan dengan semangat guyub, kompak, dan tuntas. (Red)


Komentar