|
Menu Close Menu

Hari Tani Nasional 2026, Ali Hasan Dorong Perluasan Akses Pasar Hasil Pertanian Demi Wujudkan Kesejahteraan

Kamis, 24 September 2026 | 13.43 WIB

Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha KAHMI, Ali Hasan Mun’im dalam sebuah acara.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Bondowoso – Peringatan Hari Tani Nasional 2026 yang jatuh pada 24 September menjadi momentum untuk kembali memperkuat perhatian terhadap kesejahteraan petani. Peningkatan produktivitas, kepastian harga hasil panen, hingga terbukanya akses pasar dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong kehidupan petani yang lebih sejahtera.


Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha KAHMI, Ali Hasan Mun’im, menegaskan bahwa petani harus mendapatkan manfaat nyata dari berbagai program pembangunan pemerintah.


Menurut pria yang akrab disapa Ali Hasan tersebut, peningkatan produktivitas tidak cukup jika tidak dibarengi dengan harga hasil pertanian yang mampu memberikan keuntungan layak bagi petani.


"Petani harus sejahtera, produktivitas harus ditingkatkan dan harga hasil panen harus berpihak pada petani," jelas Ali Hasan saat disinggung soal peringatan Hari Tani Nasional 24 September 2026.


Ia menilai, keberpihakan terhadap petani juga perlu diwujudkan melalui perluasan akses pasar. Sebab, hasil produksi pertanian yang melimpah akan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar apabila memiliki pasar yang jelas dan berkelanjutan.


Dalam konteks tersebut, Ali Hasan melihat program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), dapat menjadi peluang tersendiri bagi para petani untuk masuk dalam rantai pasok kebutuhan dapur MBG.


Wakil Ketua Komite Tetap Pembiayaan Fiskal Perumahan Kadin Indonesia itu mengatakan, kebutuhan bahan pangan untuk program MBG dapat menjadi pasar bagi produk pertanian lokal, terutama sayur dan buah.


"Dan selama ini di daerah sudah begitu, sayur, buah itu banyak yang mengambil dari para petani," paparnya.


Menurut Ali Hasan, keterlibatan petani dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan program MBG menunjukkan bahwa program pemerintah dapat sekaligus menciptakan peluang ekonomi di tingkat masyarakat.


TA DPR RI ini menjelaskan bahwa itu menjadi bukti kalau program pemerintah itu berpihak pada petani


Secara rasional, keterhubungan antara program pangan pemerintah dan produksi pertanian lokal dapat memberikan manfaat ganda. Di satu sisi, kebutuhan bahan pangan untuk program MBG dapat dipenuhi dari produk lokal. Di sisi lain, petani memperoleh akses pasar yang lebih terukur sehingga hasil produksi tidak hanya bergantung pada pasar konvensional.


Namun, agar manfaat tersebut benar-benar dirasakan petani, peningkatan produktivitas harus berjalan beriringan dengan kualitas produksi, kesinambungan pasokan, tata kelola distribusi, serta harga yang tetap memberikan nilai ekonomi yang layak bagi petani.


Karena itu, momentum Hari Tani Nasional 2026 dinilai tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya memperkuat ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir.


Dengan demikian, petani tidak hanya ditempatkan sebagai produsen bahan pangan, tetapi juga sebagai bagian penting dari penggerak perekonomian sekaligus mitra dalam menyukseskan berbagai program pangan pemerintah. (Red) 

Bagikan:

Komentar