|
Menu Close Menu

Jurnalis Cilik Wawancarai Anggota DPD RI Ning Lia, Dapat Pesan untuk Terus Berkarya

Minggu, 27 September 2026 | 12.59 WIB

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat diwawancarai tiga jurnalis cilik SD Muhammadiyah 6 Gedung, Surabaya.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya– Tiga jurnalis cilik SD Muhammadiyah 6 Gadung, Surabaya, mendapat pengalaman berbeda saat berkesempatan mewawancarai Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, yang akrab disapa Ning Lia.


Status Lia sebagai senator dari Jawa Timur juga tercatat dalam publikasi resmi DPD RI.


Ketiga jurnalis cilik itu adalah Naura Qonita Aulia Z., Aisyah Nabila Azzahra R., dan Michelle Alesha Hermawan. Dengan percaya diri, mereka bergantian melontarkan sejumlah pertanyaan kepada Ning Lia.


Pertanyaan yang diajukan cukup beragam. Mulai dari cita-cita saat kecil, pelajaran favorit, hobi hingga alasan Ning Lia memilih jalan pengabdian kepada masyarakat.


Suasana wawancara berlangsung cair. Beberapa pertanyaan polos dari ketiga anak tersebut bahkan membuat Ning Lia tersenyum. Ia pun menjawab dengan bahasa sederhana sembari mengenang masa kecilnya.


Ning Lia bercerita, ketika masih kecil dirinya memiliki banyak cita-cita. Salah satunya ingin menjadi dokter karena bisa membantu orang lain. Ia juga pernah bercita-cita menjadi guru agar dapat mengajar.


“Banyak sekali cita-cita. Intinya pekerjaan-pekerjaan yang membuat kita bisa menolong dan memberikan manfaat kepada orang lain,” tutur politisi cantik itu.


Keinginan menjadi anggota dewan, lanjut Ning Lia, juga pernah muncul. Salah satu alasannya karena pekerjaan tersebut memungkinkan dirinya bertemu banyak orang sekaligus mendengarkan berbagai persoalan yang mereka hadapi.


Menurutnya, menjadi wakil masyarakat bukan sekadar hadir dalam kegiatan formal. Ada tanggung jawab untuk mendengarkan aspirasi dan bersama masyarakat berusaha menemukan jalan keluar.


“Kita bisa mendengarkan orang lain, mengetahui persoalan mereka, kemudian bersama-sama mencari solusi,” ujar politisi mantan model tersebut.


Pertanyaan para jurnalis cilik kemudian membawa obrolan pada masa sekolah Ning Lia. Ia mengaku menyukai matematika karena pelajaran tersebut membuat seseorang terbiasa berpikir dan mencari strategi dalam memecahkan persoalan.


Selain itu, membaca juga menjadi salah satu kegemarannya. Dari pengalaman tersebut, Ning Lia berpesan kepada Naura, Aisyah dan Michelle agar tidak berhenti membaca dan belajar.


Menurutnya, kebiasaan membaca dan belajar merupakan modal penting bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menemukan potensi diri.


Ning Lia juga mengapresiasi keberanian ketiga anak tersebut yang sudah belajar menjadi jurnalis sejak duduk di bangku sekolah dasar. 


“Contohnya kalian sebagai jurnalis dari Muhammadiyah. Kalian bisa mewawancarai orang, belajar berkomunikasi, memberikan senyuman kepada orang lain. Itu juga merupakan sebuah kontribusi,” kata politisi pecinta batik itu.


Ning Lia menegaskan, kontribusi kepada bangsa tidak selalu harus dilakukan melalui dunia politik. Anak-anak dapat mengambil peran melalui pendidikan, prestasi dan karya sesuai kemampuan masing-masing.


Ia berharap jurnalis cilik SD Muhammadiyah 6 Gadung terus mengasah kemampuan menulis serta belajar mengamati lingkungan di sekitar mereka.


“Jadilah anak yang pintar, suka belajar. Nanti kalau sudah besar, kalian bisa mengharumkan nama bangsa dengan karya dan prestasi. Banyak yang bisa kalian berikan untuk negara ini, tidak harus melalui kancah politik,” pesannya.


Secara khusus, Ning Lia menyampaikan tiga pesan kepada para jurnalis cilik. Ia mengajak mereka gemar membaca dan belajar, selalu menghormati orang tua serta guru, dan terus bersemangat menghasilkan karya.


“Kepada anak-anak hebat, jurnalis cilik SD Muhammadiyah 6 Surabaya, jadilah anak-anak yang suka membaca, suka belajar, selalu menghormati orang tua dan guru kalian. Kemudian teruslah bersemangat membangun karya,” ujarnya.


Menurutnya, sebuah karya tidak harus selalu besar. Tulisan sederhana mengenai lingkungan sekolah, keluarga ataupun kejadian sehari-hari sudah dapat menjadi langkah awal untuk belajar memberikan manfaat bagi orang lain.


“Kami para orang tua menunggu karya-karya kalian. Karya itu tidak harus besar. Karya sederhana saja, misalnya kalian menulis tentang apa pun yang ada di sekitar kalian,” imbuhnya.


Menutup wawancara, Ning Lia juga berpesan kepada anak-anak Indonesia agar tumbuh menjadi pribadi tangguh dan tidak mudah menyerah.


“Jadilah pribadi yang tangguh. Jangan pernah merasa sendiri karena kalian memiliki orang tua, teman dan keluarga yang selalu menyayangi serta mendoakan kalian. Teruslah bersemangat membangun karya,” pungkas Ning Lia.


Wawancara tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi Naura, Aisyah dan Michelle. Selain berlatih mengajukan pertanyaan kepada narasumber, ketiganya mendapatkan pesan bahwa langkah sederhana seperti membaca, menulis dan berani berkarya dapat menjadi awal untuk memberikan manfaat bagi orang lain. (red) 

Bagikan:

Komentar