|
Menu Close Menu

Lawan Kebiasaan Fast Food Sejak Dini, Mahasiswa UTM Kenalkan Manfaat Jagung ke Anak Di Desa Keleyan

Kamis, 03 September 2026 | 10.40 WIB

BANGKALAN, lensajatim.id - Kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji (fast food) secara berlebihan menjadi perhatian mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, mahasiswa UTM mengajak anak-anak di Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, memahami pentingnya makanan sehat sejak usia dini.


Edukasi tersebut digelar pada 28–29 Agustus 2026 di TK Dharma Wanita Persatuan 01 Keleyan dan UPTD SDN Keleyan 2. Tak hanya membahas dampak konsumsi fast food, mahasiswa juga mengenalkan jagung sebagai pangan lokal yang memiliki nilai gizi dan dapat diolah menjadi makanan sehat yang menarik bagi anak-anak.


Dengan metode edukasi interaktif, anak-anak diajak mengenali makanan yang baik bagi tubuh sekaligus memahami bahwa makanan sehat tidak harus mahal atau selalu berasal dari produk cepat saji.


Jagung menjadi salah satu fokus kegiatan karena Desa Keleyan memiliki potensi pangan lokal yang cukup besar. Mahasiswa menunjukkan bahwa jagung bukan sekadar hasil pertanian, tetapi dapat dikembangkan menjadi berbagai olahan pangan yang sehat dan menarik bagi anak.


Salah satu mahasiswa UTM, Muaddin, mengatakan edukasi mengenai bahaya konsumsi fast food perlu diberikan sejak anak berada pada usia prasekolah hingga sekolah dasar.


“Pentingnya edukasi bahaya makanan fast food pada anak usia prasekolah dan usia sekolah. Karena keseringan mengonsumsi makanan ini akan berisiko penyakit obesitas sejak dini, dan ini berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangannya,” tegas Muaddin, Kamis (3/9/2026).


Menurutnya, pembentukan kebiasaan makan sehat tidak cukup dilakukan ketika anak sudah dewasa. Pemahaman tersebut perlu ditanamkan sejak dini agar anak mampu mengenali dan memilih makanan yang lebih baik bagi kesehatan.


Kegiatan ini melibatkan enam mahasiswa dari tiga program studi FKIP UTM, yakni PGPAUD, PGSD, dan Pendidikan IPA. Mereka adalah Muaddin, Karisma, Mahrus Ali, Putri, Jaza Nanda, dan Qorina.


Pelaksanaan kegiatan juga mendapat pendampingan dari Fajar Luqman Tri Ariyanto, S.Pd., M.Pd., Dwi Bagus Rendy Astid Putera, S.Pd., M.Pd., dan Dya Qurotul A’yun, S.Pd., M.Pd.


Sementara itu, Andini, salah satu perwakilan siswa, mengaku terbantu dengan adanya edukasi tersebut. Ia mendapatkan pengetahuan baru mengenai makanan sehat dan manfaat mengonsumsi pangan lokal seperti jagung.


“Dengan kegiatan ini kami jadi lebih tahu makanan yang baik untuk tubuh dan manfaat jagung,” ujar Andini.


Di sisi lain, Fajar Luqman Tri Ariyanto, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya gerakan kembali mengonsumsi real food atau pangan alami sejak dini.


Menurut Fajar, gerakan tersebut bukan berarti melarang anak menikmati fast food. Namun, yang lebih penting adalah memastikan makanan sehat menjadi pilihan yang mudah ditemukan, dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan terbiasa dikonsumsi anak.


“Gerakan kembali ke real food harus dimulai sejak dini. Bukan untuk melarang anak menikmati fast food, tetapi untuk memastikan makanan sehat menjadi pilihan yang paling mudah, paling dekat, dan paling biasa bagi mereka,” kata Fajar.


Ia menilai bahan pangan lokal yang sederhana sebenarnya dapat diolah menjadi makanan yang menarik bagi anak. Jagung, misalnya, tidak harus hanya direbus, tetapi dapat diolah menjadi puding jagung, perkedel jagung, jasuke dengan bahan yang lebih sehat, bubur jagung, maupun berbagai kudapan sederhana lainnya.


“Begitu juga dengan ubi, singkong, pisang, telur, ikan, sayuran, dan buah-buahan yang sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan kita,” ujarnya.


Fajar menegaskan, kembali ke real food bukan berarti masyarakat harus kembali pada makanan yang kuno atau tidak menarik. Tantangannya adalah bagaimana bahan pangan segar dan lokal diolah menjadi makanan yang sehat, menarik, enak, serta disukai anak.


“Dengan begitu, anak tidak hanya dikenalkan pada makanan sehat, tetapi juga belajar menghargai pangan lokal sejak usia dini,” pungkasnya. (Syaiful)

Bagikan:

Komentar