![]() |
| Tampak Pengunjung menelusuri jembatan kayu di hutan mangrove. (Dok/Yolan) |
Ketua Koordinator Kelompok Masyarakat Pengawas Kabupaten Bangkalan, Muhammad, 50, mengatakan wisata tersebut masih ramai dikunjungi, terutama pada akhir pekan. Saat ini, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk dan hanya membayar biaya parkir Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil.
“Alhamdulillah pengunjungnya ramai, apalagi kalau Sabtu dan Minggu,” ujar Muhammad, Jumat (04/09/2026).
Menurutnya, keberadaan hutan mangrove menjadi salah satu keunggulan Pesona Pantai Martajasah. Kawasan tersebut memiliki akses jalan yang mudah dan berada tidak jauh dari wisata religi Pesarean Syaikhona Kholil. Selain itu, penginapan juga telah tersedia di sekitar kawasan wisata.
Kawasan mangrove terus dijaga dan ditanami untuk mempertahankan keberadaannya. Namun, fasilitas di area mangrove masih minim sehingga pengelola berharap adanya perhatian dan dukungan lebih untuk pengembangannya.
“Harapan kami kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan destinasi ini, jangan hanya dibuat lalu dibuang,” katanya.
Muhammad menyebut salah satu kendala dalam pengembangan wisata adalah minimnya kepedulian dan pendanaan dari pemerintah. Padahal, keberadaan wisata tersebut turut memberikan dampak bagi masyarakat sekitar. Sejumlah warga dari wilayah Martajasah maupun daerah lain berjualan di kawasan wisata.
Bagi pengunjung, keberadaan mangrove menjadi salah satu alasan untuk datang. Yolan, 22, warga Jalan Pemuda Kaffa, Junok, Bangkalan, mengetahui wisata tersebut melalui Instagram.
“Di sini ada hutan mangrovenya, bisa lihat-lihat ke sana, bisa memancing juga. Kalau sore juga bagus untuk melihat sunset,” ujar Yolan.
Ia menilai fasilitas wisata cukup baik karena tersedia sejumlah area bermain anak, seperti ayunan dan jungkat-jungkit. Namun, beberapa fasilitas dinilai sudah kurang layak sehingga perlu diperbaiki.
Selain fasilitas, Yolan juga menyoroti kebersihan kawasan wisata. Menurutnya, masih terdapat sampah di sejumlah area yang perlu mendapat perhatian.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi ketertarikannya untuk kembali berkunjung. Ia juga bersedia merekomendasikan Pesona Pantai Martajasah kepada teman dan keluarga.
Dengan keberadaan hutan mangrove, pantai, akses yang mudah, serta lokasi yang berdekatan dengan wisata religi dan penginapan, Pesona Pantai Martajasah memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Dukungan terhadap pengelolaan dan pembenahan kawasan diharapkan dapat semakin meningkatkan daya tarik wisata tersebut. (rif)


Komentar