|
Menu Close Menu

Polda Sumbar Pulihkan Mental Korban Banjir Bandang Kayu Aro

Jumat, 25 September 2026 | 00.26 WIB

Polda Sumatera Barat memberikan trauma healing bagi warga terdampak korban bencana banjir bandang Kayu Aro, Kabupaten Solok.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Solok – Banjir bandang Kayu Aro, Kabupaten Solok, tak hanya meninggalkan kerusakan dan membuat warga kehilangan kenyamanan tempat tinggal. Bencana tersebut juga menyisakan tekanan psikologis bagi masyarakat yang harus mengungsi dan menghadapi ketidakpastian setelah musibah.


Menyadari dampak tersebut, Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Sumatera Barat melalui Bagian Psikologi turun langsung memberikan trauma healing kepada warga terdampak, Kamis (24/9/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu berlangsung di rumah dinas Wakil Bupati Solok. Pendampingan diberikan sebagai bagian dari upaya membantu warga melewati fase sulit setelah banjir bandang.


Kabiro SDM Polda Sumbar, Kombes Pol Anissullah M. Ridha mengatakan, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan fisik. Kondisi psikologis masyarakat juga perlu mendapat perhatian.


“Musibah seperti banjir bandang tidak hanya menimbulkan kerugian secara material, tetapi juga dapat memberikan dampak psikologis bagi masyarakat yang mengalaminya. Karena itu, kami hadir untuk memberikan dukungan dan motivasi agar para korban tetap kuat dalam menghadapi kondisi ini,” ujarnya.


Berdasarkan wawancara tim di lokasi, tercatat 10 kepala keluarga atau 32 jiwa menjadi pengungsi akibat banjir bandang tersebut. Namun, ketika kegiatan trauma healing berlangsung, terdapat empat kepala keluarga yang berada di lokasi pengungsian.


Di tengah kondisi tersebut, tim Trauma Healing Bagian Psikologi Biro SDM Polda Sumbar mencoba membangun kembali semangat para pengungsi melalui motivasi dan penguatan psikologis.


Pendekatan yang dilakukan bukan semata-mata untuk membantu warga melewati tekanan emosional, tetapi juga menumbuhkan rasa aman setelah mengalami bencana.


“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Kehadiran personel di lokasi bukan semata-mata memberikan bantuan, tetapi juga mendengarkan, memberikan penguatan, serta membangun kembali semangat masyarakat setelah mengalami musibah,” katanya. 


Bantuan Sederhana di Tengah Pengungsian


Selain memberikan pendampingan psikologis, personel Polda Sumbar juga membawa bantuan berupa selimut dan handuk untuk para pengungsi.


Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama masih berada di tempat penampungan.


“Kami juga menyerahkan sejumlah kebutuhan dasar berupa selimut dan handuk. Mudah-mudahan bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan para pengungsi selama berada di tempat penampungan,” tambahnya.


Tim Trauma Healing Bagian Psikologi Biro SDM Polda Sumbar yang diterjunkan dalam kegiatan tersebut terdiri dari Kompol Sosmedya, S.H., M.H., Penda Tk. I Andi Benbela, Penda Tk. I Yulifitri, S.Psi., serta Bripda M. Ryan Prawitama.


Polda Sumbar menyatakan pendampingan akan terus diberikan sesuai kebutuhan masyarakat, khususnya dalam proses pemulihan psikologis warga yang terdampak bencana.


“Harapan kami, masyarakat yang terdampak dapat segera pulih, tetap memiliki semangat, dan secara perlahan dapat kembali menjalani kehidupan seperti sebelumnya. Polri akan terus hadir memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (Red) 

Bagikan:

Komentar