|
Menu Close Menu

Pulang dari Malaysia, Nova Jualan Siomay Bandung untuk Bantu Ekonomi Keluarga

Kamis, 24 September 2026 | 21.53 WIB

Nova saat berjualan SiomayMe.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Bangkalan – Pulang dari Malaysia, Nova Liana, 33, warga Kampung Barat Tambak, Perumahan Pondok Laguna Indah, Bangkalan, tetap menjalankan usaha SiomayMe. Usaha siomay Bandung tersebut menjadi tambahan penghasilan untuk membantu kebutuhan ekonomi keluarganya.


Sebelum menjalankan SiomayMe, Nova bersama suaminya sempat membuka usaha katering kuih muih Malaysia di negara tersebut. Setelah kembali ke Indonesia, keduanya melanjutkan usaha SiomayMe yang telah dirintis sejak 2021.


Nova mengatakan, SiomayMe awalnya dibuat karena melihat belum banyak penjual siomay Bandung di Bangkalan. Saat itu, ia melihat peluang untuk mengenalkan siomay Bandung kepada masyarakat setempat.


“Karena di daerah Bangkalan tidak ada yang jual siomay Bandung. Tahun 2021 cuma SiomayMe yang jual siomay Bandung,” kata Nova, Rabu (23/09/2026).


Dalam menjalankan usaha, Nova tidak bekerja sendiri. Ia bersama suami saling membantu dalam proses pembuatan hingga penjualan siomay.


“Kami sama-sama, saling membantu dan kerja sama,” ujarnya.


SiomayMe berjualan di kawasan Pecinan Jembatan, Bangkalan, mulai pukul 11.20 hingga 20.00. Selain pembelian langsung, pelanggan juga dapat memesan melalui WhatsApp dan menggunakan jasa kurir.


Siomay yang dijual dibuat sendiri oleh Nova dan suaminya. Terdapat beberapa pilihan, seperti siomay lumpia, pentol siomay, tahu, kentang, pare, kubis, dan telur.


Salah satu ciri khas SiomayMe terletak pada penggunaan ikan tongkol hitam. Nova memilih bahan tersebut karena berbeda dengan siomay yang biasa menggunakan ikan tenggiri.


“Ciri khasnya karena pakai ikan tongkol hitam. Biasanya di Jakarta semua pakai ikan tenggiri, saya pakai ikan tongkol hitam,” jelasnya.


Satu porsi SiomayMe dibanderol Rp15 ribu dan sudah mendapatkan satu butir telur. Pelanggannya berasal dari pekerja dan masyarakat umum.


Dalam sehari, SiomayMe biasanya menjual sekitar 10 hingga 15 porsi. Pendapatan kotor yang diperoleh berkisar Rp150 ribu hingga Rp350 ribu per hari, tergantung kondisi keramaian.


Bagi Nova, penghasilan dari usaha tersebut memang belum cukup menjadi sumber utama kebutuhan keluarga. Namun, pendapatan SiomayMe tetap membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.


“Cuma buat saku anak sekolah dan makan untuk satu hari saja. Kalau untuk simpanan belum bisa,” ungkapnya.


Menurut Nova, kondisi ekonomi keluarganya mengalami perubahan sejak menjalankan SiomayMe. Meski hasilnya terbatas, usaha tersebut membantu menyediakan kebutuhan makan sehari-hari.


“Alhamdulillah ada, meskipun cuma untuk makan sehari-hari,” tuturnya.


Kondisi tersebut membuat Nova tetap mempertahankan SiomayMe hingga sekarang. Usaha yang dijalankan bersama suami itu menjadi salah satu cara untuk membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.


“Karena untuk kebutuhan ekonomi sehari-hari,” pungkas Nova.


Selain mempertahankan usahanya, Nova berharap SiomayMe semakin dikenal melalui media sosial. Ia mengaku masih perlu belajar mengembangkan promosi secara digital setelah kembali dari Malaysia. (rif)

Bagikan:

Komentar