|
Menu Close Menu

Teruskan Usaha Kakak, Dinar Bertahan Jualan Pisang Keju Sejak 2013

Selasa, 29 September 2026 | 12.16 WIB

Dinar Apriliyani saat berjualan pisang keju.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Bangkalan – Dinar Apriliyani, 30, meneruskan usaha pisang keju milik kakaknya sejak 2013. Warga Jalan Pemuda Kaffa No. 151 itu menjalankan usaha tersebut setelah berhenti bekerja sebagai satpam.


Dinar mengatakan, setelah berhenti bekerja, dirinya sempat tidak memiliki pekerjaan. Ia kemudian mencoba menjalankan usaha pisang keju yang sebelumnya dimiliki kakaknya.


“Karena berhenti dari pekerjaan satpam jadi nganggur. Terus coba buka usaha ini dan alhamdulillah buka sampai saat ini. Dulu usaha ini punya kakak saya dan sekarang beliau sudah almarhum,” kata Dinar, Kamis (24/09/2026).


Kini, usaha tersebut menjadi pekerjaan sampingan bagi Dinar. Sehari-hari, ia merupakan ibu rumah tangga. Sementara pendapatan utama keluarganya berasal dari suami.


Usaha pisang keju tersebut berlokasi di Jalan Pemuda Kaffa, tepat di seberang pintu keluar SPBU Junok, sebelah selatan sungai. Pembelian dapat dilakukan langsung di lokasi atau melalui kurir.


Dinar menyediakan beberapa pilihan topping, seperti gula palem, susu, meses, dan keju. Satu porsi pisang keju dibanderol Rp10 ribu.


Menurut Dinar, topping yang melimpah dengan harga terjangkau menjadi salah satu daya tarik produknya. Pelanggannya berasal dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang tua.


Promosi usaha tersebut juga berkembang seiring waktu. Awalnya, Dinar mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Kini, ia memanfaatkan TikTok untuk mengenalkan produknya.


“Kalau dulu dari mulut ke mulut. Kalau sekarang sudah ada TikTok jadi lebih mudah untuk mempromosikan,” ujarnya.


Dalam sehari, omzet kotor usaha tersebut rata-rata mencapai Rp1 juta. Pendapatan itu menjadi tambahan untuk membantu kebutuhan rumah tangga Dinar.


Hasil berjualan pisang keju digunakan untuk berbagai kebutuhan keluarga. Mulai dari kebutuhan dapur hingga pembayaran listrik dan wifi.


“Iya sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari, untuk kebutuhan dapur, kebutuhan bulanan bayar listrik, wifi,” tuturnya.


Meski membantu kebutuhan keluarga, Dinar tetap menghadapi kendala dalam menjalankan usaha. Salah satunya berkaitan dengan ketersediaan dan harga pisang saat musim kemarau.


“Biasanya kendalanya ada di musim kemarau seperti sekarang. Bahan utama agak susah dan harga agak mahal dari biasanya,” jelasnya.


Saat harga pisang naik, Dinar memilih tetap membeli bahan tersebut agar usaha tetap berjalan. Ia juga mempertahankan harga jual pisang keju sebesar Rp10 ribu per porsi.


“Meskipun pisang mahal tetap kulakan, Kak, dan harga pisang keju tetap Rp10 ribu,” tuturnya.


Setelah menjalankan usaha selama lebih dari satu dekade, Dinar berharap usaha tersebut terus berjalan. Ia juga berharap usaha yang diteruskannya dari sang kakak dapat bertahan hingga generasi berikutnya.


“Harapannya usaha terus lancar sampai turun-temurun,” pungkasnya. (rif)

Bagikan:

Komentar