![]() |
| Kegiatan The 1st International Conference on Holistic Guidance and Counseling, UIN Madura.(Dok/Istimewa). |
Konferensi internasional perdana tersebut mengusung tema “Harmony of Local Wisdom, Indigenous Spirit, and Multicultural Compassion” dan digelar secara virtual melalui Zoom Meeting mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.
Forum tersebut menjadi ruang akademik untuk mempertemukan ilmu bimbingan dan konseling dengan realitas sosial, kebudayaan, spiritualitas, serta keragaman masyarakat yang terus mengalami perubahan.
Dalam perspektif sosiologis, persoalan manusia tidak pernah hadir dalam ruang yang terlepas dari lingkungan sosialnya. Pengalaman psikologis individu dibentuk oleh keluarga, sekolah, pesantren, komunitas, tradisi, agama, bahasa, hingga nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Atas dasar itu, konferensi mengangkat empat subtema strategis, yakni Spiritual and Transpersonal Guidance and Counseling; Guidance and Counseling in Religious Educational Environments; Indigenous and Multicultural Guidance and Counseling; serta School and Community Guidance and Counseling.
Keempat subtema tersebut memperluas cakrawala konseling, dari sekadar relasi individual menuju pemahaman yang lebih utuh terhadap struktur sosial dan kebudayaan yang turut membentuk kehidupan manusia.
Dekan FTIK UIN Madura, Prof. Dr. Siswanto, M.Pd.I., dalam welcoming speech menegaskan pentingnya mempertemukan kearifan lokal dengan nilai-nilai konseling holistik agar melahirkan solusi psikopedagogis yang aplikatif.
Menurutnya, kearifan lokal dapat ditempatkan sebagai sumber pengetahuan sosial yang memiliki daya hidup dalam membentuk cara masyarakat memahami diri, membangun relasi, menghadapi persoalan, hingga menemukan makna kehidupan.
Dengan pendekatan tersebut, konseling diharapkan berkembang sebagai praktik pendampingan yang tidak mengabaikan konteks sosial dan kebudayaan masing-masing individu.
Dimensi internasional konferensi semakin kuat dengan hadirnya tiga keynote speakers. Mereka adalah Prof. Dr. Amirah Diniaty, M.Pd., Kons. dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Indonesia; Mazita Ahmad, Ph.D. dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia; serta Mohd Zuber, M.Ed. dari Jamia Millia Islamia, New Delhi, India.
Para pakar tersebut memberikan perspektif akademik mengenai konseling spiritual dan transpersonal, lingkungan pendidikan keagamaan, pendekatan indigenous dan multikultural, serta layanan bimbingan dan konseling di sekolah maupun masyarakat.
Kehadiran akademisi lintas negara itu menunjukkan bahwa konseling merupakan bidang keilmuan yang terus berkembang melalui dialog antara pengalaman lokal dan pengetahuan global.
Selain menghadirkan pemaparan akademik, konferensi juga memberikan ruang bagi peserta untuk mempresentasikan paper sekaligus memperoleh informasi mengenai alur publikasi artikel ilmiah.
Berdasarkan panduan konferensi, artikel yang diterima berkesempatan dipublikasikan melalui Edu Consilium: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam serta sejumlah jurnal di lingkungan UIN Madura.
Ruang publikasi tersebut memperkuat posisi konferensi bukan hanya sebagai forum pertukaran gagasan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pengembangan pengetahuan akademik yang berkelanjutan.
Tema “Harmony of Local Wisdom, Indigenous Spirit, and Multicultural Compassion” juga membawa pesan bahwa layanan bimbingan dan konseling perlu hadir di tengah masyarakat plural dengan sensitivitas terhadap perbedaan identitas, tradisi, keyakinan, pengalaman, dan struktur sosial.
Secara psikologis, manusia dipahami sebagai pribadi yang memiliki kebutuhan terhadap penerimaan, rasa aman, makna, relasi, serta penghargaan terhadap identitasnya.
Pertemuan perspektif sosial dan psikologis tersebut membuka ruang bagi pengembangan model konseling yang lebih kontekstual, inklusif, humanis, sekaligus berakar pada realitas kehidupan masyarakat.
Ketua Senat UIN Madura, Achmad Muhlis, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya konferensi internasional perdana yang diinisiasi Program Studi BKPI FTIK UIN Madura tersebut.
Menurutnya, forum tersebut merupakan ruang penting untuk memperluas jejaring akademik sekaligus memperkenalkan kekayaan pemikiran dan kearifan lokal ke dalam percakapan keilmuan internasional.
Rangkaian The 1st International Conference on Holistic Guidance and Counseling berlangsung dengan antusiasme peserta dari berbagai belahan dunia.
Konferensi tersebut sekaligus menandai langkah UIN Madura dalam memperkuat dialog akademik global yang tetap berpijak pada nilai, budaya, spiritualitas, dan kemanusiaan. (Red)


Komentar