|
Menu Close Menu

Warek 3 UTM Nilai Ojek Mahasiswa Latih Kemandirian dan Ketangguhan

Selasa, 29 September 2026 | 20.14 WIB

Wakil Rektor 3 Universitas Trunodjoyo Madura (UTM). Surokim As.(Dok/Rifka) 
Lensajatim.id, Bangkalan – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim As, menilai ojek mahasiswa bukan sekadar layanan transportasi.


Aktivitas tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melatih kemandirian dan ketangguhan. Hal itu dinilai positif selama mahasiswa tetap menjalankan kewajiban perkuliahan.


“Saya salut kepada para mahasiswa yang kemudian di sela-sela kesibukan menyelesaikan tugas kuliah masih menyempatkan diri untuk menjadi ojek untuk tambahan, termasuk biaya hidup,” kata Surokim, Selasa (29/09/2026).


Menurutnya, ojek mahasiswa memiliki pola kerja yang fleksibel. Driver dapat memilih mengambil pesanan sesuai waktu yang dimiliki.


Fleksibilitas tersebut membuat ojek mahasiswa dapat menjadi pilihan pekerjaan sampingan. Mahasiswa tetap dapat menyesuaikan aktivitas tersebut dengan jadwal perkuliahan.


Di sisi lain, keberadaan ojek mahasiswa membantu mobilitas mahasiswa yang tidak membawa kendaraan pribadi. Terlebih, posisi Kampus UTM di Jalan Raya Telang, Kamal, dinilai masih cukup jauh dari akses transportasi publik.


“Ojek mahasiswa ini kan bermanfaat, baik mahasiswa kosan, atau area terjangkau lainnya, ya dibutuhkan,” ujarnya.


Surokim mengatakan, menjadi driver ojek juga memberi pengalaman dalam mengelola waktu dan penghasilan. Mahasiswa dapat belajar menghargai waktu, pendapatan, profesi, hingga proses mendapatkan penghasilan.


Pengalaman tersebut dinilai dapat melatih daya juang dan kemandirian mahasiswa. Penghasilan yang diperoleh juga dapat membantu memenuhi kebutuhan pribadi maupun perkuliahan.


“Ini adalah zona latihan kehidupan yang bagus untuk mahasiswa,” tuturnya.


Selain ketangguhan, Surokim menekankan pentingnya menjaga integritas dan kepercayaan pelanggan. Kedua hal tersebut menjadi modal penting dalam menjalankan jasa ojek.


Menurutnya, kejujuran dapat membangun kepercayaan pelanggan. Kepercayaan tersebut juga dapat membuka peluang kerja sama di kemudian hari.


“Modal pelayanan, jasa, itu kan nomor satu trust, kepercayaan. Kalau kepercayaan itu dijaga betul, adik-adik pasti akan memiliki banyak pelanggan,” jelasnya.


Surokim berharap mahasiswa tetap menjaga integritas dan kepercayaan saat menjalankan ojek mahasiswa. Ia juga mengingatkan agar aktivitas tersebut tidak mengganggu kewajiban akademik.


Menurutnya, pengalaman menjalankan usaha sampingan dapat melatih soft skill mahasiswa. Sementara itu, perkuliahan menjadi tempat mahasiswa memperoleh hard skill sesuai bidangnya.


“Kuliah yang rajin, yang sungguh-sungguh. Gabungan antara soft skill dari ini dan kemudian hard skill yang diperoleh di bangku kuliah, nanti akan membentuk citra diri kalian menjadi pelajar-pelajar tangguh, pelajar-pelajar yang unggul,” pungkasnya. (rif)

Bagikan:

Komentar