|
Menu Close Menu

Festival Musik Tong-Tong Sumenep Kembali Masuk KEN 2026, Perkuat Promosi Budaya dan Pariwisata Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12.21 WIB

 

Penampilan Musik Tong-Tong di Kabupaten Sumenep.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Sumenep – Festival Musik Tong-Tong se-Madura 2026 resmi dibuka pada Sabtu malam (17/10/2026). Masuk dalam rangkaian Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, festival ini menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan seni tradisional Madura sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.


Pembukaan festival tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah. Di antaranya, Kepala Bidang Promosi Kementerian Pariwisata RI, Eni Komiarti, S.ST.Par., M.Si.; Anggota DPD RI Komite I Bidang Hukum dan Pertahanan, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, S.E., M.Tr.U., M.Si.; Raja Istana Jimbrana, Provinsi Bali; serta Sekretaris Jenderal Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN).


Hadir pula sesepuh Keraton Sumenep, kepala dinas kebudayaan dan pariwisata se-Jawa Timur, Forkopimda Sumenep, anggota DPRD Sumenep, serta takmir Masjid Jamik Sumenep.


Dalam sambutannya, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kembali terpilihnya Festival Musik Tong-Tong dalam kalender KEN. Pada 2026, festival tersebut tercatat untuk kedua kalinya masuk dalam program unggulan Kementerian Pariwisata RI.


Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil kontribusi berbagai pihak, terutama seniman, pelaku budaya, dan masyarakat yang konsisten menjaga kelestarian kesenian tradisional Madura.


“Kami sangat mengapresiasi seluruh pihak, khususnya para seniman dan pelaku budaya di Sumenep yang terus berkomitmen melestarikan kesenian daerah. Terima kasih juga kepada Kementerian Pariwisata RI atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Sumenep,” ujar Bupati Achmad Fauzi.


Bupati yang akrab disapa Cak Fauzi itu berharap Festival Musik Tong-Tong kembali masuk dalam kalender KEN pada 2027. Dengan demikian, promosi budaya dan pariwisata Sumenep dapat terus berkembang dan menjangkau khalayak yang lebih luas.


Ia menegaskan, Festival Musik Tong-Tong bukan sekadar hiburan bagi masyarakat. Lebih dari itu, festival ini merupakan representasi identitas budaya yang memperkuat jati diri masyarakat Sumenep dan Madura secara keseluruhan.


Melalui perhelatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep ingin menunjukkan bahwa seni tradisional memiliki daya tarik yang mampu menjangkau berbagai kalangan, termasuk wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.


Pemerintah daerah juga berharap festival ini memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kunjungan wisatawan, pertumbuhan ekonomi kreatif, serta terbukanya peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.


Cak Fauzi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyaksikan dan menyukseskan Festival Musik Tong-Tong 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya daerah.


“Mari kita bersama-sama menyaksikan dan menyukseskan Festival Musik Tong-Tong ini. Semoga kegiatan ini terus berkembang, menjadi kebanggaan masyarakat Madura, sekaligus membawa manfaat bagi kemajuan pariwisata dan perekonomian daerah,” ajaknya.


Kementerian Pariwisata Apresiasi Konsistensi Sumenep


Sementara itu, Kepala Bidang Promosi Kementerian Pariwisata RI, Eni Komiarti, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar), yang konsisten mengembangkan dan mempromosikan potensi budaya daerah melalui Festival Musik Tong-Tong.


Menurut Eni, festival tersebut tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga ruang ekspresi bagi para seniman untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.


“Atas nama Kementerian Pariwisata, kami merasa bangga dan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya Disbudporapar, yang terus berupaya mengembangkan potensi pariwisata melalui kegiatan berbasis budaya,” ujarnya.


Eni juga menyampaikan selamat kepada Kabupaten Sumenep atas kembali terpilihnya Festival Musik Tong-Tong sebagai bagian dari KEN untuk kedua kalinya.


Ia menjelaskan, KEN merupakan salah satu program unggulan Kementerian Pariwisata yang telah berjalan selama enam tahun. Program ini menjadi wadah untuk mendukung berbagai kegiatan daerah yang memiliki daya tarik wisata, kekuatan budaya, serta potensi ekonomi bagi masyarakat.


Melalui program tersebut, pemerintah berharap semakin banyak kegiatan daerah yang mampu melibatkan seniman, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan berbagai pemangku kepentingan pariwisata.


“Festival seperti ini diharapkan tidak hanya memperkuat pelestarian budaya, tetapi juga mendorong keterlibatan UMKM dan mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan,” jelasnya.


Eni menambahkan, pengembangan kegiatan berbasis budaya juga menjadi salah satu strategi untuk memperkuat daya tarik destinasi wisata Indonesia di tengah persaingan pariwisata global.


Festival Musik Tong-Tong Sumenep diharapkan turut memperluas promosi pariwisata Indonesia sekaligus mendukung target kunjungan 17,6 juta wisatawan mancanegara yang disebutkan dalam sambutannya.


Dengan kembali masuknya festival ini dalam kalender KEN, Sumenep diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Jawa Timur.


Selain memperkuat pelestarian tradisi, penyelenggaraan Festival Musik Tong-Tong juga diharapkan mampu mempertegas posisi Madura sebagai kawasan yang memiliki kekayaan budaya dan kreativitas seni yang khas, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat setempat.(red) 

Bagikan:

Komentar