|
Menu Close Menu

G25 Indonesia Salurkan Bantuan Sembako dan Obat-obatan kepada Dua Warga Kurang Mampu di Modung, Bangkalan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11.21 WIB

 

Relawan G25 Indonesia saat menyalurkan bantuan kepada Ibu Monaken.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Bangkalan – Yayasan Gerakan Dualima Indonesia atau G25 Indonesia menyalurkan bantuan sembako, kebutuhan sehari-hari, dan obat-obatan kepada tiga warga yang membutuhkan di Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Rabu (14/10/2026). Bantuan melalui program Special Social Charity tersebut menyasar Ibu Monaken di Desa Karanganyar serta pasangan Bapak Manisan dan Ibu Maliyeh di Desa Manggaan.

Relawan G25 Indonesia saat menyalurkan bantuan kepada Bapak Manisan dan Ibu Maliyeh.(Dok/Istimewa). 
Penyaluran bantuan ini merupakan tindak lanjut laporan relawan G25 Indonesia di wilayah Modung. Setelah menerima laporan, pengurus melakukan verifikasi sebelum memutuskan untuk memberikan bantuan kepada warga yang dinilai membutuhkan.


Ketua Umum G25 Indonesia, Dasuki Rahmad, mengatakan proses verifikasi dilakukan agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.


"Setelah kita lakukan verifikasi, maka kita putuskan untuk membantu," jelas Dasuki, Sabtu (17/10/2026).


Sebelum menyalurkan bantuan, para relawan bergerak dari Kecamatan Socah menuju Bangkalan Kota untuk membeli berbagai kebutuhan penerima manfaat. Barang yang disiapkan meliputi beras, minyak goreng, telur, sabun, obat-obatan, dan kebutuhan sehari-hari lainnya, serta obat-obatan.


Setelah seluruh kebutuhan terkumpul, para relawan melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Modung. Mereka kemudian mendatangi rumah masing-masing penerima manfaat untuk menyerahkan bantuan secara langsung.


Penerima pertama adalah Ibu Monaken, yang tinggal di Dusun Lonnangkah, Desa Karanganyar, Kecamatan Modung. Bantuan yang diberikan berupa sembako, kebutuhan sehari-hari, dan obat-obatan untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga serta mendukung kebutuhan kesehatannya.


Bantuan berikutnya diserahkan kepada pasangan Bapak Manisan dan Ibu Maliyeh di Dusun Tengginah, Desa Manggaan, Kecamatan Modung. Paket bantuan serupa diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok dan kesehatan mereka.


Dasuki menuturkan, kepedulian sosial menjadi salah satu cara untuk menghadirkan harapan bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan. Menurutnya, tidak semua perjuangan terlihat oleh orang lain dan tidak semua kesulitan mudah diungkapkan dengan kata-kata.


Karena itu, G25 Indonesia berupaya menjadikan laporan relawan di daerah sebagai salah satu pijakan untuk mengenali kebutuhan masyarakat secara langsung. Dengan pendekatan tersebut, bantuan diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan sesaat, tetapi juga bentuk perhatian terhadap kondisi warga yang membutuhkan dukungan.


Melalui program Special Social Charity, G25 Indonesia berupaya meringankan sebagian beban penerima manfaat sekaligus memperkuat semangat gotong royong. Bantuan yang diberikan memang belum tentu mampu menyelesaikan seluruh persoalan kehidupan, tetapi diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak mereka.


G25 Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan relawan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Dukungan berupa donasi, tenaga, dan waktu menjadi bagian penting dalam mewujudkan penyaluran bantuan kepada masyarakat.


Bagi G25 Indonesia, kepedulian tidak harus menunggu seseorang memiliki kelebihan materi. Kontribusi sesuai kemampuan, apabila dilakukan dengan tulus dan berkelanjutan, dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk membantu sesama.


Dengan semangat “Memberikan Hati, Membangun Kemandirian Sejati”, G25 Indonesia berkomitmen melanjutkan gerakan sosial yang berlandaskan nilai kemanusiaan dan gotong royong, sekaligus berupaya menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. (Red) 

Bagikan:

Komentar