![]() |
| Kegiatan Sosialisasi Anti Narkoba PAC Ansor Nonggunong, Kabupaten Sumenep.(Dok/Istimewa). |
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 sekaligus menjadi sosialisasi perdana dalam program edukasi antinarkoba berbasis pondok pesantren di Kecamatan Nonggunong.
Kegiatan ini dihadiri Ketua PAC GP Ansor Nonggunong, Sibawi, S.Pd.I., bersama jajaran Satgas Banaar PAC GP Ansor Nonggunong. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh semangat kolaborasi untuk memperkuat peran organisasi kepemudaan dan pesantren dalam mencegah penyalahgunaan narkoba serta peredaran obat-obatan terlarang di lingkungan masyarakat.
Ketua PAC GP Ansor Nonggunong, Sibawi, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan pihak Pondok Pesantren Bustanul Ulum. Menurutnya, komunikasi dan kerja sama lintas elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang aman dan melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.
“Kami mengucapkan terima kasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan kepada PAC GP Ansor Nonggunong untuk bersilaturahmi dan berdiskusi terkait upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat dan lingkungan pondok pesantren,” ujarnya.
Ia menegaskan, penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang merupakan persoalan yang membutuhkan perhatian bersama. Karena itu, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, pesantren, keluarga, dan masyarakat perlu mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
Sibawi berharap sinergi antara GP Ansor dan pihak pesantren dapat diperkuat untuk mendorong pencegahan peredaran obat-obatan terlarang, termasuk yang dikenal masyarakat sebagai Pil Aceh dan tramadol, yang menurutnya masih ditemukan di sejumlah wilayah Kecamatan Nonggunong.
“Kami berharap dapat terjalin sinergi yang kuat antara GP Ansor dan pihak pondok pesantren dalam memberantas peredaran warung Pil Aceh maupun tramadol yang masih ditemukan di sejumlah wilayah Kecamatan Nonggunong,” katanya.
Ia menambahkan, GP Ansor siap berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama kalangan remaja dan generasi muda Nahdliyin. Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman tentang risiko penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan yang digunakan tidak sesuai ketentuan medis.
“Kami ingin bersama-sama mengadakan kegiatan sosialisasi tentang bahaya narkoba dan obat-obatan terlarang agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar mengenai dampak buruknya,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Satgas Banaar Nonggunong Sumenep, Mashudi, S.Pd.I., menyambut baik inisiatif PAC GP Ansor Nonggunong dalam mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.
Menurut Mashudi, persoalan narkoba tidak dapat ditangani oleh pemerintah semata. Keterlibatan seluruh komponen masyarakat diperlukan agar edukasi dan langkah pencegahan dapat menjangkau lebih banyak kalangan, termasuk generasi muda di lingkungan pesantren.
“Pondok pesantren siap bekerja sama dengan GP Ansor dalam mengedukasi masyarakat serta melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap peredaran narkoba, Pil Aceh, maupun tramadol,” katanya.
Ia menilai, organisasi kepemudaan berbasis keagamaan memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran masyarakat. Selain memiliki kedekatan dengan kalangan muda, organisasi tersebut juga dapat menjadi mitra pesantren dalam menyampaikan edukasi yang mengedepankan nilai keagamaan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab bersama.
“Sinergi antara pondok pesantren dan GP Ansor merupakan langkah positif untuk memperluas jangkauan edukasi sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat terhadap berbagai bentuk penyalahgunaan obat terlarang,” jelasnya.
Mashudi berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi perdana, tetapi dapat dilanjutkan melalui program edukasi dan pencegahan secara berkelanjutan di wilayah Kecamatan Nonggunong.
Melalui kegiatan ini, PAC GP Ansor Nonggunong dan Pondok Pesantren Bustanul Ulum berupaya membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan narkoba membutuhkan keterlibatan semua pihak. Momentum Hari Santri Nasional 2026 pun menjadi penguat komitmen untuk menghadirkan lingkungan pendidikan dan masyarakat yang sehat, aman, serta mampu melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba. (Red)


Komentar