![]() |
| Ismawati saat membuat takoyaki untuk pelanggan. (Dok/Ismawati). |
Warga Jalan Letnan Singosastro, Bangkalan, itu mengaku awalnya ingin mengisi waktu luang dengan kegiatan produktif. Keinginan tersebut kemudian mendorongnya untuk mulai berjualan takoyaki.
“Gabut di rumah, pengen punya usaha sendiri di usia muda,” ungkap Ismawati, Jumat (16/10/2026).
Takoyakiku menyediakan beberapa pilihan menu, yakni takoyaki, okonomiyaki, dan lumpia beef. Harga produknya berkisar Rp13 ribu hingga Rp23 ribu.
Salah satu keunikan takoyaki yang ditawarkan terletak pada taburan katsuobushi di bagian atasnya. Serutan ikan cakalang kering ini dikenal dapat bergerak-gerak ketika terkena uap panas dari takoyaki yang baru matang.
Dalam sehari, Ismawati dapat menjual sekitar 20–40 porsi. Untuk menjangkau pelanggan, ia memanfaatkan media sosial, terutama WhatsApp, sebagai sarana promosi.
Dari penjualan tersebut, omzet Takoyakiku mencapai sekitar Rp500 ribu per hari. Penghasilan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membayar gaji satu karyawan.
Namun, perjalanan usaha tersebut tidak lepas dari tantangan. Ismawati mengaku musim hujan menjadi salah satu kendala dalam menjalankan usahanya.
“Tantangan terbesarnya kalau sudah musim hujan. Cara mengatasinya hanya dengan bersabar, rezeki sudah ada yang mengatur,” jelasnya.
Takoyakiku melayani pelanggan setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB di kawasan Alun-Alun Bangkalan.
Ke depan, Ismawati berharap usahanya semakin berkembang dan mampu membuka cabang di berbagai daerah. Ia ingin Takoyakiku semakin dikenal sehingga dapat menjangkau lebih banyak pelanggan. (rif)


Komentar